• Redaksi
  • Tentang Kami
Tuesday, July 28, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Berita

Peringatan 30 Tahun Kudatuli di Lampung Jadi Momentum Refleksi Demokrasi dan Supremasi Hukum

MeldabyMelda
28/07/2026
in Berita
Peringatan 30 Tahun Kudatuli di Lampung Jadi Momentum Refleksi Demokrasi dan Supremasi Hukum
ADVERTISEMENT

SAMUDERA NEWS- Peringatan 30 tahun Peristiwa Kerusuhan 27 Juli 1996 atau Kudatuli yang digelar di Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, Minggu (26/7/2026), menjadi momentum refleksi atas perjalanan demokrasi, penegakan hukum, dan kehidupan berbangsa di Indonesia.

Melalui sarasehan bertema “Kudatuli: Kegagalan Fungsi Hukum dan Lahirnya Kesadaran Bernegara”, akademisi hukum tata negara HS Tisnanta menegaskan bahwa peristiwa Kudatuli bukan sekadar konflik internal Partai Demokrasi Indonesia (PDI), melainkan bagian penting dari sejarah ketatanegaraan Indonesia yang memperlihatkan rapuhnya perlindungan konstitusi pada masa Orde Baru.

Menurut HS Tisnanta, peristiwa 27 Juli 1996 menjadi titik balik yang membangkitkan kesadaran masyarakat untuk memperjuangkan demokrasi, supremasi hukum, serta akuntabilitas negara hingga akhirnya melahirkan gelombang Reformasi 1998.

BeritaLainnya

Porwanas 2027 Makin Dekat, PWI Pesawaran Andalkan Heri Kodri di Cabang Tenis Meja

DAMRI Siapkan Trayek Baru dari Kalianda ke Jakarta, Bandung dan BSD, Ini Lokasi Pick Up yang Disiapkan

“Kudatuli memperlihatkan hubungan negara dan rakyat ketika negara tidak lagi hadir sebagai pelindung, tetapi justru menjadi instrumen kekuasaan. Peristiwa itu menjadi titik balik lahirnya kesadaran untuk menuntut akuntabilitas negara,” ujar HS Tisnanta.

Ia menjelaskan, dari perspektif hukum tata negara, intervensi terhadap dinamika internal PDI saat itu merupakan bentuk penyalahgunaan kewenangan yang bertentangan dengan prinsip negara hukum, demokrasi, serta kebebasan berserikat yang dijamin konstitusi.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, berbagai fakta mengenai korban meninggal dunia, korban luka, orang hilang, hingga kerusakan harta benda menjadi pengingat penting bahwa penghormatan terhadap hak asasi manusia harus menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan negara.

HS Tisnanta menilai kegagalan fungsi hukum pada masa tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong lahirnya Reformasi. Ia menegaskan hukum seharusnya menjadi pelindung masyarakat, bukan alat kekuasaan untuk membungkam kritik maupun perbedaan pandangan politik.

Ia juga memaparkan bahwa semangat Reformasi kemudian diwujudkan melalui amandemen Undang-Undang Dasar 1945 pada periode 1999 hingga 2002. Perubahan tersebut melahirkan berbagai pembaruan ketatanegaraan, mulai dari pembatasan masa jabatan presiden maksimal dua periode, penguatan fungsi pengawasan DPR, perluasan jaminan hak asasi manusia, hingga pembentukan Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial sebagai bagian dari mekanisme checks and balances.

Meski demikian, HS Tisnanta mengingatkan bahwa tantangan demokrasi masih terus dihadapi hingga saat ini. Menurutnya, masyarakat harus tetap waspada terhadap setiap bentuk penyalahgunaan kekuasaan agar supremasi hukum dan demokrasi tidak mengalami kemunduran.

“Pelajaran terbesar dari Kudatuli adalah bahwa konstitusi harus dijaga oleh kesadaran warga negara. Demokrasi membutuhkan masyarakat yang berani mengawasi kekuasaan dan memastikan hukum bekerja secara adil,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya pendidikan politik, penguatan masyarakat sipil, kebebasan pers, pemanfaatan jalur konstitusional dalam penyelesaian persoalan hukum, serta kaderisasi demokrasi agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung Winarti mengatakan peringatan tiga dekade Kudatuli merupakan instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Di Provinsi Lampung, rangkaian kegiatan dipusatkan di Kantor DPD PDI Perjuangan dengan berbagai agenda, mulai dari sarasehan, donor darah, pelayanan kesehatan gratis, olahraga bersama, santunan kepada panti asuhan, malam renungan, hingga doa bersama.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Lampung, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Lampung, anggota DPR RI, mahasiswa, serta sejumlah organisasi kepemudaan.

Winarti mengajak generasi muda agar terus menjaga semangat reformasi, memperkuat demokrasi, serta tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.

Menurutnya, ruang demokrasi yang dinikmati masyarakat saat ini merupakan hasil perjuangan panjang yang harus terus dirawat melalui dialog, penghormatan terhadap hak berpendapat, dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagai informasi, Peristiwa Kudatuli terjadi pada 27 Juli 1996 ketika Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, yang saat itu diduduki pendukung Megawati Soekarnoputri diserbu. Peristiwa tersebut memicu bentrokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, luka-luka, orang hilang, serta penangkapan sejumlah orang. Kudatuli kemudian dikenang sebagai salah satu peristiwa penting yang menjadi pemicu menguatnya gelombang Reformasi hingga berakhirnya pemerintahan Orde Baru pada 1998.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: DemokrasiHS TisnantaHukum Tata NegaraKudatuli 1996LampungPDI PerjuanganPolitik IndonesiaReformasi 1998Sarasehan KudatuliWinarti
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

Aktivisme Hukum dan Perubahan Sosial, Catatan 28 Juli

Next Post

Fakta Baru Kasus Honorer Fiktif: Pengirim Surat Mengaku Pengurus LSM, Nomor Hilang, Kini Muncul Video AI

Related Posts

Porwanas 2027 Makin Dekat, PWI Pesawaran Andalkan Heri Kodri di Cabang Tenis Meja
Berita

Porwanas 2027 Makin Dekat, PWI Pesawaran Andalkan Heri Kodri di Cabang Tenis Meja

28/07/2026
DAMRI Siapkan Trayek Baru dari Kalianda ke Jakarta, Bandung dan BSD, Ini Lokasi Pick Up yang Disiapkan
Berita

DAMRI Siapkan Trayek Baru dari Kalianda ke Jakarta, Bandung dan BSD, Ini Lokasi Pick Up yang Disiapkan

28/07/2026
Fakta Baru Kasus Honorer Fiktif: Pengirim Surat Mengaku Pengurus LSM, Nomor Hilang, Kini Muncul Video AI
Berita

Fakta Baru Kasus Honorer Fiktif: Pengirim Surat Mengaku Pengurus LSM, Nomor Hilang, Kini Muncul Video AI

28/07/2026
Keadilan Global di Tengah Ketimpangan Dunia, Catatan 25 Juli
Berita

Aktivisme Hukum dan Perubahan Sosial, Catatan 28 Juli

28/07/2026
Keren! Karya 27 Pelukis Indonesia Akan Dipamerkan di ARTe Kunstmesse Wiesbaden 2026
Berita

Keren! Karya 27 Pelukis Indonesia Akan Dipamerkan di ARTe Kunstmesse Wiesbaden 2026

28/07/2026
Kecelakaan Tragis di Pajaresuk, Pengendara Motor Meninggal Usai Tabrak Truk Pengangkut Pasir
Berita

Kecelakaan Tragis di Pajaresuk, Pengendara Motor Meninggal Usai Tabrak Truk Pengangkut Pasir

27/07/2026
Next Post
Fakta Baru Kasus Honorer Fiktif: Pengirim Surat Mengaku Pengurus LSM, Nomor Hilang, Kini Muncul Video AI

Fakta Baru Kasus Honorer Fiktif: Pengirim Surat Mengaku Pengurus LSM, Nomor Hilang, Kini Muncul Video AI

DAMRI Siapkan Trayek Baru dari Kalianda ke Jakarta, Bandung dan BSD, Ini Lokasi Pick Up yang Disiapkan

DAMRI Siapkan Trayek Baru dari Kalianda ke Jakarta, Bandung dan BSD, Ini Lokasi Pick Up yang Disiapkan

Porwanas 2027 Makin Dekat, PWI Pesawaran Andalkan Heri Kodri di Cabang Tenis Meja

Porwanas 2027 Makin Dekat, PWI Pesawaran Andalkan Heri Kodri di Cabang Tenis Meja

Berita Terkini

  • Porwanas 2027 Makin Dekat, PWI Pesawaran Andalkan Heri Kodri di Cabang Tenis Meja
  • DAMRI Siapkan Trayek Baru dari Kalianda ke Jakarta, Bandung dan BSD, Ini Lokasi Pick Up yang Disiapkan
  • Fakta Baru Kasus Honorer Fiktif: Pengirim Surat Mengaku Pengurus LSM, Nomor Hilang, Kini Muncul Video AI
  • Peringatan 30 Tahun Kudatuli di Lampung Jadi Momentum Refleksi Demokrasi dan Supremasi Hukum
  • Aktivisme Hukum dan Perubahan Sosial, Catatan 28 Juli

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In