SAMUDERA NEWS— Pemerintah Provinsi Lampung terus memantapkan langkah dalam menurunkan angka kemiskinan melalui Rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) 2025 yang digelar di Gedung Pusiban, Komplek Kantor Gubernur Lampung.
Wakil Gubernur Jihan Nurlela, yang juga Ketua TKPKD Provinsi Lampung, menegaskan pentingnya percepatan program Desaku Maju sebagai ujung tombak strategi berbasis desa.
“Program ini menjadi payung pengentasan kemiskinan yang terintegrasi. Harapannya seluruh desa di Lampung dapat mengadopsi dan memodifikasi sesuai karakter wilayah, sehingga potensi lokal maksimal untuk tingkatkan pendapatan masyarakat,” kata Jihan.
Selain itu, Jihan menekankan implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi penanggulangan kemiskinan ekstrem. Ia mengajak semua pihak mengoptimalkan tiga strategi utama:
✅ Pengurangan beban pengeluaran
✅ Peningkatan pendapatan
✅ Pengurangan kantong kemiskinan
Jihan mengapresiasi capaian Lampung, termasuk pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera pada triwulan I 2025 sebesar 5,47% (yoy) dan inflasi yang terkendali. Target pengurangan kemiskinan 2025 dipatok 9,5-10%.
“Kita harus pastikan setiap program benar-benar menyentuh masyarakat miskin dan memberi peluang berkembang. Perencanaan harus berbasis data yang lebih akurat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi lintas sektor dan wilayah, serta mengacu pada empat pilar RPJMN 2025-2029: stabilitas ekonomi makro, pengurangan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan, dan layanan infrastruktur dasar.
Acara ini ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama seluruh Wakil Bupati/Wakil Wali Kota se-Lampung untuk memperkuat sinergi penanggulangan kemiskinan.***












