• Redaksi
  • Tentang Kami
Friday, May 22, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Berita

Represifitas Aparat dan Arrogansi DPR: Luka Mendalam bagi Demokrasi Indonesia

MeldabyMelda
30/08/2025
in Berita
Represifitas Aparat dan Arrogansi DPR: Luka Mendalam bagi Demokrasi Indonesia
ADVERTISEMENT

SAMUDERA NEWS– Gelombang aksi besar-besaran yang terjadi di berbagai kota besar di Indonesia belakangan ini menjadi cerminan nyata kemarahan rakyat terhadap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ketidakpuasan publik semakin memuncak karena DPR dianggap gagal menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat dan justru membuat kebijakan yang menimbulkan kontroversi, seperti penambahan tunjangan rumah anggota DPR, di tengah kondisi ekonomi rakyat yang semakin terjepit.

Kekecewaan masyarakat bertambah tajam ketika sejumlah anggota DPR menanggapi kritik publik dengan sikap arogan, meremehkan, bahkan menghina. Alih-alih merespons dengan itikad baik, DPR seolah menganggap suara rakyat hanyalah gangguan semata. Sikap ini semakin mempertegas pandangan publik bahwa institusi legislatif saat ini kehilangan legitimasi moral dan kepekaan terhadap kepentingan rakyat.

Namun, yang paling menyayat hati masyarakat adalah tindakan represif aparat yang terjadi selama aksi berlangsung. Ketua Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND Lampung), Dinda Boru Napitu, mengungkapkan berdasarkan laporan lapangan dan bukti yang tersebar di media sosial, sebuah kendaraan taktis aparat menabrak seorang driver ojek online yang sama sekali bukan bagian dari massa aksi, sehingga korban meninggal dunia di tempat.

BeritaLainnya

Mampukah Prabowo Jadi Pemimpin “Tahan Banting” Seperti Jokowi?

Program Hilirisasi Tebu di Lampura Dipacu, Petani Dijanjikan Pendampingan Penuh

“Peristiwa tragis ini bukan hanya ‘kecelakaan,’ tetapi bukti nyata aparat gagal membedakan antara massa aksi dan warga sipil biasa. Darah rakyat kembali tumpah akibat tindakan brutal yang sebenarnya bisa dihindari,” ujar Dinda dengan nada tegas.

Lebih lanjut, di Solo, seorang mahasiswa menjadi korban kekerasan aparat saat ditembak dengan pentungan tepat di kepala. Luka yang dialami tidak hanya fisik, tetapi juga menjadi simbol penderitaan demokrasi yang dibungkam. “Aksi mahasiswa yang selama ini menjadi penyambung lidah rakyat justru dibungkam dengan kekerasan. Represifitas seperti ini menunjukkan bahwa aparat lebih sibuk menjaga kepentingan elit daripada melindungi keselamatan rakyat,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

Kebijakan tunjangan rumah DPR mencerminkan orientasi elit politik yang lebih mementingkan kenyamanan pribadi daripada kesejahteraan masyarakat luas. Kenaikan tunjangan ini menjadi simbol menara gading di mana anggota DPR hidup nyaman, sementara mayoritas rakyat harus berjuang melawan kemiskinan yang masih menyentuh angka 9,03% atau sekitar 25 juta jiwa menurut data BPS.

Tindakan represif aparat semakin menegaskan bahwa negara cenderung menempatkan rakyat sebagai objek penundukan, bukan sebagai subjek yang berdaulat dalam demokrasi. LMND Lampung menegaskan garis perjuangan mereka adalah membela kepentingan rakyat pekerja dan kelompok tertindas, melawan segala bentuk ketidakadilan yang dipertahankan oleh rezim saat ini.

“Tragedi ini menunjukkan bahwa DPR telah gagal menjalankan fungsi sebagai representasi rakyat. Alih-alih menyerap aspirasi, mereka menutup telinga, mengkhianati suara konstituen, dan membenturkan rakyat dengan aparat negara,” ujar Dinda. Politik yang semestinya menjadi arena artikulasi kepentingan rakyat kini berubah menjadi medan transaksi kepentingan sempit elit.

LMND Lampung menegaskan bahwa rakyat tidak boleh berhenti bersuara. Diam hanya akan memperkuat oligarki dan memperlemah demokrasi. Perlawanan tidak boleh berhenti pada momen kemarahan semata. Momentum tragedi dan represifitas ini harus dijadikan bahan bakar untuk memperkuat persatuan rakyat. Korban jiwa dan luka yang dialami masyarakat adalah alasan kuat bagi gerakan rakyat untuk bersatu, memperluas basis organisasi, serta membangun solidaritas lintas sektor yang berkesinambungan.

Sejarah menunjukkan bahwa represi tidak pernah mampu menghentikan perjuangan rakyat; justru tindakan brutal aparat biasanya memperbesar tekad dan kesadaran politik masyarakat. LMND Lampung menyerukan seluruh kekuatan progresif untuk memperkuat konsolidasi perlawanan dan menyusun strategi jangka panjang demi melawan ketidakadilan yang dipertahankan oleh elit penguasa.

Dengan DPR yang semakin arogan, aparat semakin brutal, dan rakyat terus ditekan, situasi politik saat ini menuju titik kulminasi. Rakyat kini semakin sadar bahwa perubahan tidak akan datang dari atas, melainkan dari gerakan di bawah yang bersatu dan konsisten melawan ketidakadilan. Jika jalur demokrasi terus dibungkam dengan kekerasan, jalan lain pasti akan terbuka, dan ketika kesadaran rakyat telah menjadi milik bersama, tidak ada kekuatan manapun yang dapat menahan gelombang perubahan besar yang tengah mengintip di depan mata.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Aksi MahasiswaDemokrasi IndonesiaDPRKrisis PolitikLMND LampungPerjuangan RakyatRepresi Aparat
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

HUT ke-27 PAN Lampung: Ribuan Peserta PANWalk Meriahkan Jalan Sehat dan Bazaar UMKM

Next Post

Pemulihan Akses Jalan Wisata Pesawaran Usai Erosi Hebat: Sinergi TNI, Polri, dan Pemerintah Tegakkan Keamanan dan Kelancaran

Related Posts

Mampukah Prabowo Jadi Pemimpin “Tahan Banting” Seperti Jokowi?
Berita

Mampukah Prabowo Jadi Pemimpin “Tahan Banting” Seperti Jokowi?

22/05/2026
Program Hilirisasi Tebu di Lampura Dipacu, Petani Dijanjikan Pendampingan Penuh
Berita

Program Hilirisasi Tebu di Lampura Dipacu, Petani Dijanjikan Pendampingan Penuh

22/05/2026
Proses Hukum Kasus Pencemaran Nama Baik di Indonesia: Dari Aduan hingga Putusan Pengadilan
Berita

Proses Hukum Kasus Pencemaran Nama Baik di Indonesia: Dari Aduan hingga Putusan Pengadilan

22/05/2026
Kasus Kakek Mujiran Berlanjut, Laskar Lampung Soroti Keadilan bagi Masyarakat Kecil
Berita

Kasus Kakek Mujiran Berlanjut, Laskar Lampung Soroti Keadilan bagi Masyarakat Kecil

21/05/2026
LSM PRO RAKYAT: Jangan Sampai Pusat Ngebut, Daerah Jalan di Tempat
Berita

LSM PRO RAKYAT: Jangan Sampai Pusat Ngebut, Daerah Jalan di Tempat

21/05/2026
Bupati Pringsewu: Kreativitas Jadi Kekuatan Utama di Era Digital
Berita

Bupati Pringsewu: Kreativitas Jadi Kekuatan Utama di Era Digital

21/05/2026
Next Post
Pemulihan Akses Jalan Wisata Pesawaran Usai Erosi Hebat: Sinergi TNI, Polri, dan Pemerintah Tegakkan Keamanan dan Kelancaran

Pemulihan Akses Jalan Wisata Pesawaran Usai Erosi Hebat: Sinergi TNI, Polri, dan Pemerintah Tegakkan Keamanan dan Kelancaran

Polsek Limau dan Warga Gotong Royong Bersihkan Longsor 10 Meter di Pekon Tegineneng

Polsek Limau dan Warga Gotong Royong Bersihkan Longsor 10 Meter di Pekon Tegineneng

Pantai Kyokko Berubah Jadi Arena Duel! Kejurnas Open Water Swimming Warnai Laut Pesawaran

Pantai Kyokko Berubah Jadi Arena Duel! Kejurnas Open Water Swimming Warnai Laut Pesawaran

Ketua FORKI Lampung Utara Raih DAN II Kehormatan Lemkari, Simbol Dedikasi untuk Karate Indonesia

Ketua FORKI Lampung Utara Raih DAN II Kehormatan Lemkari, Simbol Dedikasi untuk Karate Indonesia

Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Tunai untuk Warga Terdampak Banjir dan Longsor

Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Tunai untuk Warga Terdampak Banjir dan Longsor

Berita Terkini

  • Mampukah Prabowo Jadi Pemimpin “Tahan Banting” Seperti Jokowi?
  • Program Hilirisasi Tebu di Lampura Dipacu, Petani Dijanjikan Pendampingan Penuh
  • Proses Hukum Kasus Pencemaran Nama Baik di Indonesia: Dari Aduan hingga Putusan Pengadilan
  • Kasus Kakek Mujiran Berlanjut, Laskar Lampung Soroti Keadilan bagi Masyarakat Kecil
  • LSM PRO RAKYAT: Jangan Sampai Pusat Ngebut, Daerah Jalan di Tempat

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In