SAMUDERA NEWS– Suasana Pasar Pagi Kotabumi, Lampung Utara, mendadak tegang pada Kamis (11/9/2025) saat puluhan personel Polres Lampung Utara, Kodim 0412, dan Satpol PP dikerahkan untuk mengawal proses pembongkaran lapak pedagang tradisional. PT Lingga Tekhnik Utama selaku pengembang revitalisasi Pasar Dekon, menurunkan satu unit excavator yang langsung meratakan lapak-lapak pedagang sayur, ikan, hingga bumbu dapur yang selama ini menjadi tumpuan hidup ratusan keluarga.
Alat berat terus bergerak tanpa perlawanan berarti dari pedagang. Mereka hanya bisa menatap pasrah, menyaksikan tempat mencari nafkah dihancurkan tanpa adanya kepastian lokasi sementara untuk berjualan. Beberapa pedagang bahkan terlihat menitikkan air mata karena kehilangan ruang usaha yang telah puluhan tahun ditempati.
Salah seorang pedagang sayuran mengaku kecewa karena pihak pengembang maupun pemerintah daerah tidak memberikan solusi jelas sebelum pembongkaran dilakukan. “Kami tidak menolak revitalisasi, tapi kami butuh tempat sementara untuk tetap bisa berjualan. Kalau begini caranya, kami mau makan apa?” ungkapnya dengan suara bergetar.
Revitalisasi Pasar Dekon sejatinya digadang-gadang untuk meningkatkan kualitas fasilitas pasar, memperbaiki sarana prasarana, dan mendukung roda perekonomian lokal. Namun, bagi sebagian pedagang, langkah pengembang justru menimbulkan kekhawatiran akan hilangnya mata pencaharian mereka. Tanpa kejelasan relokasi, revitalisasi dianggap lebih menguntungkan investor dibanding memberikan manfaat langsung kepada pedagang kecil.
PT Lingga Tekhnik Utama sendiri menyatakan bahwa proyek revitalisasi akan membawa wajah baru bagi Pasar Dekon, menjadikannya pusat perdagangan modern yang lebih tertata. Meski begitu, belum ada penjelasan resmi soal lokasi penampungan sementara bagi pedagang tradisional yang terdampak.
Masyarakat berharap proyek ini tidak hanya sekadar proyek fisik yang menguntungkan segelintir pihak, tetapi benar-benar menjadi sarana peningkatan ekonomi kerakyatan. “Semoga revitalisasi ini bukan hanya ajang cari untung, melainkan benar-benar untuk kesejahteraan pedagang kecil,” kata seorang warga Kotabumi.
Kini, semua mata tertuju pada pemerintah daerah dan pengembang untuk membuktikan janji manis revitalisasi Pasar Dekon. Jika tidak ada solusi konkret bagi pedagang, bukan tidak mungkin proyek ini akan meninggalkan luka sosial yang dalam di tengah masyarakat Lampung Utara.***












