SAMUDERA NEWS– Kepemimpinan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (RMD) dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela terus mendapat sorotan. Salah satu kritik tajam datang dari pengamat pembangunan Mahendra Utama, yang menyebut bahwa duet ini belum berhasil menghadirkan kepastian lapangan pekerjaan bagi masyarakat Lampung.
Dalam pernyataan yang dikutip dari lappung.com, Mahendra menyebut ketimpangan antara pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan pekerjaan semakin terlihat jelas. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Lampung tercatat tumbuh sebesar 5,47 persen, namun tingkat pengangguran terbuka tetap tinggi di angka 5 persen.
“Pertumbuhan ekonomi sebesar itu semestinya mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja. Tapi yang terjadi, justru banyak warga usia produktif yang masih belum punya pekerjaan tetap,” ujar Mahendra.
Tak hanya soal pengangguran, Mahendra juga menyoroti efek sosial yang menyertai. Data dari Polda Lampung menunjukkan bahwa angka kriminalitas meningkat 11 persen pada semester pertama 2025.
Pencurian sepeda motor, curat (pencurian dengan pemberatan), dan penipuan online menjadi tiga jenis kejahatan yang paling banyak terjadi. Sepanjang Juni 2025, tercatat:
- 189 kasus curat
- 59 kasus pencurian biasa
- 25 kasus curas (pencurian dengan kekerasan)
“Sebagian besar pelaku adalah warga usia produktif yang tidak memiliki pekerjaan tetap,” terang pihak kepolisian dalam laporan resmi.
Mahendra menyimpulkan bahwa belum adanya terobosan konkret dari pasangan RMD–Jihan dalam membuka lapangan kerja telah berdampak langsung pada ketidakstabilan sosial dan meningkatnya tindak kejahatan.
Menurutnya, jika akar masalah pengangguran tidak segera ditangani secara serius, maka situasi ini akan menjadi bom waktu sosial bagi Provinsi Lampung.***












