SAMUDERA NEWS– Wakil Sekretaris Jenderal PDIP, Adian Napitupulu, mengonfirmasi adanya komunikasi antara Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dengan Presiden Prabowo Subianto pasca-penetapan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Adian menegaskan bahwa komunikasi politik adalah hal yang wajar dalam dinamika partai politik.
“Sebagai partai politik, tentu kami melakukan komunikasi politik ke segala arah,” ujar Adian.
Namun, ia membantah bahwa komunikasi tersebut merupakan upaya melobi agar Hasto terbebas dari jerat hukum. Menurutnya, PDIP hanya ingin diperlakukan secara adil dalam proses hukum yang berjalan.
“Kami tidak lagi memperjuangkan kursi kekuasaan, perdebatan itu sudah final di internal partai. Yang kami perjuangkan adalah keadilan,” tegasnya.
PDIP Tempuh Jalur Hukum dan Komunikasi Politik
Selain menghadapi kasus Hasto melalui jalur litigasi, Adian mengakui bahwa partainya juga melakukan pendekatan non-litigasi, termasuk komunikasi politik.
Ia menekankan bahwa Megawati dan Prabowo memiliki hubungan baik, dan PDIP telah menerima realitas politik dengan Prabowo sebagai Presiden.
“Dalam konteks ini, Ibu Mega berbicara dari hati ke hati. Secara publik, beliau adalah Ketua Umum partai. Anak buahnya diperlakukan tidak adil, tentu beliau menyampaikan keberatan,” ujar Adian.
Hasto Kristiyanto bersama Advokat PDIP, Donny Tri Istiqomah, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada akhir 2024.
Mereka diduga terlibat dalam skandal suap terkait pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024 yang melibatkan Harun Masiku, buronan yang hingga kini belum tertangkap.***












