SAMUDERA NEWS– Kejadian tragis mengguncang Lampung Utara. Seorang pria bernama Bahirun (50) tega menghabisi nyawa adik kandungnya sendiri, K (44), hanya karena persoalan hutang. Pelaku berhasil diamankan oleh pihak kepolisian dalam waktu kurang dari 12 jam setelah insiden terjadi, pada Rabu (26/3/2025).
📍 TKP: Dusun Purwosari, Desa Negeri Sakti, Kecamatan Sungkai Utara, Lampung Utara.
📆 Waktu kejadian: Kamis, 20 Maret 2025, menjelang berbuka puasa.
🔪 Kronologi: Dari Penagihan Hutang hingga Pembunuhan
Menurut Kapolres Lampung Utara, AKBP Deddy Kurniawan, didampingi Kasat Reskrim AKP Apfryyadi Pratama, kejadian ini bermula saat Bahirun datang ke rumah adiknya untuk menagih hutang sebesar Rp25 juta.
🗣 “Pelaku merasa tersinggung dengan jawaban korban, hingga gelap mata dan langsung menusukkan pisau yang sudah dibawanya sejak dari rumah,” ungkap Kapolres.
Diketahui, korban sebelumnya sudah membayar Rp17 juta dan berjanji melunasi sisa Rp8 juta pada bulan Desember. Namun, dalam perdebatan, korban diduga mengatakan sesuatu yang membuat pelaku naik pitam.
💬 “Kalau mau tersinggung, tersinggung lah,” ujar korban, yang langsung memicu emosi Bahirun hingga nekat menikam ulu hati adiknya sendiri dengan pisau.
👀 Fakta dari Puskesmas Negara Ratu:
📌 Luka tusuk 8 cm dalam dan 2 cm lebar ditemukan di ulu hati korban.
📌 Korban tewas di tempat, bersimbah darah di ruang tamu rumahnya.
⚖️ Hukuman Berat Menanti Pelaku
Tak butuh waktu lama, polisi langsung mengamankan Bahirun dan menyita barang bukti berupa:
🔹 Satu buah pisau garpu yang digunakan untuk membunuh korban.
🔹 Sejumlah pakaian milik pelaku dan korban yang penuh bercak darah.
Atas perbuatannya, Bahirun terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup dengan pasal berlapis.
🔥 Kesimpulan: Ketika Hutang Mengalahkan Ikatan Darah
Kasus ini menjadi bukti bahwa masalah finansial bisa memicu tragedi yang memilukan, bahkan dalam hubungan keluarga. Dari sekadar urusan hutang, nyawa pun melayang.***












