• Redaksi
  • Tentang Kami
Tuesday, September 1, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Berita

Way Kambas Berbenah, Pembangunan Pagar Besi Capai 75 Persen untuk Cegah Gajah Masuk Permukiman

MeldabyMelda
01/09/2026
in Berita
Way Kambas Berbenah, Pembangunan Pagar Besi Capai 75 Persen untuk Cegah Gajah Masuk Permukiman
ADVERTISEMENT

SAMUDERA NEWS — Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur terus berbenah. Sejumlah fasilitas baru dibangun untuk memperkuat konservasi sekaligus mengantisipasi konflik antara gajah dan masyarakat.

Salah satu yang paling terlihat adalah pembangunan pagar besi di sejumlah titik kawasan TNWK. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya mitigasi agar gajah tidak keluar dari habitatnya dan masuk ke wilayah permukiman warga.

Perkembangan pembangunan itu dipantau langsung Pangdam XXI/Raden Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi bersama jajaran, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Polda Lampung, serta Bupati Lampung Timur saat mengunjungi kawasan TNWK, Senin (31/8/2026).

BeritaLainnya

Kepala SMK IB Khalifah Bangsa Tegaskan Pendidikan Harus Bikin Siswa Siap Hadapi Masa Depan

Jual Beli Buku di Sekolah Disorot, Inspektorat Lampung Selatan Buka Layanan Pengaduan

Kunjungan tersebut juga dilakukan untuk melihat kondisi kawasan setelah terjadi kebakaran lahan sekaligus mengevaluasi berbagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Pagar Besi Jadi Benteng Cegah Konflik Gajah dan Warga

Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, pembangunan sejumlah fasilitas di TNWK dilakukan Komite Mitigasi sebagai bagian dari strategi mengurangi potensi konflik antara manusia dan gajah.

ADVERTISEMENT

Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah pagar besi yang kini telah terpasang di sejumlah titik kawasan.

“Memang untuk memitigasi konflik antara manusia dengan gajah. Kita lihat di sepanjang ini ada pagar-pagar besi yang sudah dibuat,” kata Kristomei.

Pagar tersebut diharapkan dapat menjadi pembatas sekaligus membantu menjaga gajah tetap berada di habitatnya.

Namun, mitigasi tidak hanya mengandalkan pembangunan pagar. Pendekatan lain juga dilakukan dengan mengembangkan tanaman dan usaha yang tidak disukai gajah tetapi tetap memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Salah satunya melalui budidaya serai dan lebah.

“Serai dan lebah ini tidak disukai gajah sehingga turut menjaga supaya gajah tidak keluar. Hasilnya juga bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar, seperti madu dan serai,” ujarnya.

Konsep tersebut menjadi salah satu upaya agar konservasi tidak hanya berbicara mengenai perlindungan satwa, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan.

Way Kambas Diproyeksikan Jadi Destinasi Ekowisata

Pengembangan TNWK juga diarahkan untuk memperkuat sektor ekowisata.

Kristomei menyebut kawasan Way Kambas memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis konservasi yang dapat menarik wisatawan, termasuk dari mancanegara.

Untuk mendukung pengelolaan satwa, Komite Mitigasi juga menjalin kerja sama dengan Elephant Nature Park (ENP) Thailand.

Kerja sama tersebut salah satunya berkaitan dengan peningkatan kemampuan mahout atau pawang gajah dalam merawat dan mengelola satwa.

Dengan peningkatan kapasitas tersebut, pengelolaan gajah di kawasan konservasi diharapkan semakin profesional sekaligus memperhatikan aspek kesejahteraan satwa.

Pembangunan berbagai fasilitas di TNWK ditargetkan terus dikebut hingga Oktober 2026.

Dalam pemantauan tersebut, progres keseluruhan pembangunan disebut telah berada di kisaran 65 persen, sementara pembangunan pagar besi yang menjadi salah satu fasilitas utama disebut telah mencapai sekitar 75 persen.

Pasca Kebakaran, Personel Gabungan Masih Disiagakan

Selain meninjau pembangunan, kunjungan tersebut juga menjadi momentum untuk memastikan kondisi TNWK pascakebakaran.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pemerintah bersama aparat keamanan masih melakukan pemantauan terhadap sejumlah titik yang berpotensi mengalami kebakaran.

Personel dari Kodam dan kepolisian masih disiagakan di sekitar kawasan. Mereka tidak hanya melakukan monitoring, tetapi juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan menjalankan langkah-langkah pencegahan.

“Teman-teman dari Kodam, teman-teman dari kepolisian masih standby di sini. Ada yang melakukan sosialisasi, ada yang air monitoring,” ujar Mirza.

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi munculnya titik api, termasuk opsi operasi modifikasi cuaca atau hujan buatan apabila kondisi memungkinkan.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat kawasan TNWK memiliki area yang luas sehingga pengawasan terhadap potensi kebakaran membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Kondisi Gajah Dipastikan Sehat

Persoalan lain yang menjadi perhatian dalam pengelolaan TNWK adalah konflik antara gajah dan manusia.

Pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan gajah untuk mencegah satwa keluar dari habitat dan memasuki wilayah masyarakat.

Dalam kunjungannya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal juga melihat langsung kondisi sejumlah gajah yang berada di kawasan konservasi.

Ia memastikan kondisi satwa yang ditemuinya dalam keadaan baik.

“Alhamdulillah, gajah-gajah yang kita lihat tadi dalam keadaan sehat,” kata Mirza.

Pembenahan TNWK kini tidak hanya soal membangun pagar atau memperbaiki fasilitas. Lebih jauh, kawasan konservasi tersebut sedang diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara perlindungan satwa, keselamatan masyarakat, pencegahan kebakaran, hingga pengembangan ekonomi berbasis ekowisata.

Jika pembangunan dan mitigasi berjalan sesuai target, Way Kambas diharapkan bukan hanya menjadi rumah aman bagi gajah, tetapi juga kawasan konservasi yang mampu memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat Lampung Timur dan Lampung secara keseluruhan.

Source: OSCAR SIHOTANG
Tags: Berita Lampungekowisata Lampunggajah Way KambasKebakaran Way Kambaskonflik gajah dan manusiakonservasi gajahKonservasi LampungKristomei SianturiLAMPUNG TIMURpagar besi Way KambasRahmat Mirzani DjausalTaman Nasional way kambasTNWKWay Kambas
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

Kepala SMK IB Khalifah Bangsa Tegaskan Pendidikan Harus Bikin Siswa Siap Hadapi Masa Depan

Related Posts

Kepala SMK IB Khalifah Bangsa Tegaskan Pendidikan Harus Bikin Siswa Siap Hadapi Masa Depan
Berita

Kepala SMK IB Khalifah Bangsa Tegaskan Pendidikan Harus Bikin Siswa Siap Hadapi Masa Depan

31/08/2026
Jual Beli Buku di Sekolah Disorot, Inspektorat Lampung Selatan Buka Layanan Pengaduan
Berita

Jual Beli Buku di Sekolah Disorot, Inspektorat Lampung Selatan Buka Layanan Pengaduan

31/08/2026
Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Polda Lampung, Ini Daftar Lengkapnya
Berita

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Polda Lampung, Ini Daftar Lengkapnya

31/08/2026
Polres Lampung Selatan dan BKSDA Patroli Krakatau, Nelayan Ditegur hingga Speedboat Berbalik Arah
Berita

Polres Lampung Selatan dan BKSDA Patroli Krakatau, Nelayan Ditegur hingga Speedboat Berbalik Arah

31/08/2026
Tak Sekadar Serap Aspirasi, Bambang Kurniawan Hadirkan Pengobatan Gratis Saat Reses di Adiluwih
Berita

Tak Sekadar Serap Aspirasi, Bambang Kurniawan Hadirkan Pengobatan Gratis Saat Reses di Adiluwih

31/08/2026
Mayor Inf Suroto Kembali Jadi Ketua PSHT Lampung Barat, Mandat Plt Supono Berakhir
Berita

Mayor Inf Suroto Kembali Jadi Ketua PSHT Lampung Barat, Mandat Plt Supono Berakhir

31/08/2026

Berita Terkini

  • Way Kambas Berbenah, Pembangunan Pagar Besi Capai 75 Persen untuk Cegah Gajah Masuk Permukiman
  • Kepala SMK IB Khalifah Bangsa Tegaskan Pendidikan Harus Bikin Siswa Siap Hadapi Masa Depan
  • Jual Beli Buku di Sekolah Disorot, Inspektorat Lampung Selatan Buka Layanan Pengaduan
  • Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Polda Lampung, Ini Daftar Lengkapnya
  • Polres Lampung Selatan dan BKSDA Patroli Krakatau, Nelayan Ditegur hingga Speedboat Berbalik Arah

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In