SAMUDERA NEWS– Suasana politik di DKI Jakarta semakin memanas dengan kabar bakalnya dua keponakan Prabowo Subianto, yakni Budisatrio Djiwandono dan Rahayu Saraswati, turut meramaikan pertarungan di Pilgub DKI 2024.
Kabar ini beredar setelah DPD Gerindra DKI mengusulkan kedua nama tersebut kepada DPP Gerindra guna mendapatkan rekomendasi resmi. Tidak hanya itu, Gerindra DKI juga mempertimbangkan nama-nama lain seperti mantan Wagub DKI, Ahmad Riza Patria, dan Wakil Ketua DPRD DKI, Rany Maulani, untuk memperkuat posisinya.
Menariknya, Rany Maulani sendiri merupakan adik ipar dari Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco, yang diyakini memiliki ambisi besar untuk menjadikan kader Gerindra sebagai Gubernur DKI.
Namun, langkah ambisius Gerindra untuk mengusung dua keponakan Prabowo ini nampaknya tidak akan berjalan mulus. Pasalnya, partai ini mengalami penurunan drastis dalam perolehan kursi, dari 19 kursi pada Pemilu 2019 menjadi hanya 14 kursi pada Pemilu 2024. Padahal, untuk bisa mengusung calon sendiri di Pilgub DKI, diperlukan minimal 22 kursi.
Tidak hanya itu, kandidat lain seperti Ridwan Kamil dan Erwin Aksa dari Golkar, Ahmad Sahroni dari NasDem, hingga Mardani Ali Sera dari PKS juga tidak bisa dianggap remeh. Mereka memiliki tingkat elektabilitas yang tidak kalah tinggi dibandingkan dengan Budisatrio dan Rahayu.
Dengan demikian, Pilgub DKI 2024 diprediksi akan menjadi pertarungan politik yang ketat dan menarik, di mana berbagai kekuatan politik akan saling bersaing untuk merebut kepercayaan warga Jakarta.***












