SAMUDERA NEWS—Setelah menerima surat rekomendasi dari Partai Golkar, muncul kabar terbaru bahwa Eva Dwiana berpotensi pindah ke partai tersebut. Sebelumnya, Eva, yang juga merupakan Walikota Bandar Lampung, telah mengindikasikan akan berpindah ke Gerindra dari PDIP.
Namun, setelah Gerindra memberikan surat tugas kepada Reihana, Eva dikabarkan mempertimbangkan untuk bergabung dengan Golkar. Perubahan sikap ini menuai kritik, terutama mengingat keterlibatan Eva dengan PDIP yang telah membesarkannya sejak masa jabatannya sebagai Anggota DPRD Lampung hingga maju dalam Pilwakot Bandar Lampung.
Konsistensi Eva Dwiana dipertanyakan karena pada Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu, ia dianggap tidak berkontribusi maksimal dan lebih mendukung caleg DPR RI dari NasDem, yang tak lain adalah putrinya sendiri. Ketidakhadiran kontribusi nyata Eva pada pileg dan hasil elektabilitasnya yang cenderung stagnan pada Pilwakot Bandar Lampung 2024 semakin menambah sorotan.
Keluhan masyarakat Bandar Lampung terkait infrastruktur yang rusak dan musibah jatuhnya pekerja penerangan jalan yang menyebabkan dua korban, satu di antaranya meninggal dunia, juga menambah ketidakpuasan terhadap kepemimpinan Eva. Musibah ini mengundang kritik publik, dengan banyak yang menilai Pemkot Bandar Lampung lalai dalam keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Belum lagi, sejumlah tunjangan ASN, seperti gaji ke-13 dan tambahan penghasilan (tamsil), belum dibayarkan, padahal dana tersebut dialokasikan dari APBN. Ketidakjelasan pembayaran ini juga menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam laporan awal Mei 2024, yang menyebutkan bahwa sebanyak 3.878 guru belum menerima THR dan gaji ke-13 dengan total nilai Rp9,8 miliar.
Kejaksaan Agung juga mulai serius mengusut dugaan penyalahgunaan APBD Bandar Lampung tahun 2023, dengan Eva Dwiana, Sekda, dan sejumlah pejabat Kota Bandar Lampung telah diperiksa.











