SAMUDERA NEWS— Saat ini, metode ruqyah telah melampaui sekadar pengobatan sihir, menjadi sebuah pendekatan yang mendalam dalam pemulihan jiwa berdasarkan syariat Islam.
Meskipun demikian, masih banyak masyarakat yang menganggap ruqyah hanya sebagai alat untuk mengusir gangguan jin atau membatasi perilaku yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Padahal, ruqyah memiliki manfaat yang jauh lebih luas, bukan hanya sebagai benteng terhadap gangguan gaib, tetapi juga sebagai proses penyembuhan berbasis ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Terdapat dua jenis utama ruqyah yang perlu dipahami:
1. Ruqyah Syar’i
Ruqyah Syar’i adalah proses pengobatan yang mengacu pada prinsip-prinsip Islam dan menggunakan Al-Qur’an sebagai sumber utama. Proses ini hanya dijalankan oleh individu yang saleh, memastikan efektivitas pengobatan dan kembalinya penerima ruqyah kepada kebaikan.
2. Ruqyah Syirki
Ruqyah Syirki adalah praktik yang melenceng dari ajaran Islam, cenderung mengandung unsur syirik, dan tidak didasarkan pada Al-Qur’an. Praktik ini sering dilakukan oleh paranormal atau dukun dengan menggunakan mantra atau ritual yang bertentangan dengan ajaran Islam, bahkan membawa individu kepada perbuatan syirik yang serius.
Pemahaman yang jelas tentang kedua jenis ruqyah ini penting untuk menjaga keselamatan spiritual dan memastikan bahwa pengobatan dilakukan sesuai dengan ajaran Islam yang benar.***











