SAMUDERA NEWS – Pasar Beringharjo, saksi bisu perjalanan Kota Yogyakarta sejak era Kerajaan Mataram Islam yang dipimpin oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I, menghadirkan kisah menarik yang tak terungkap pada pandangan pertama. Dalam lanskap historisnya yang kaya, tersembunyi lima fakta menarik yang jarang tersingkap di mata para wisatawan.
- Jejak Sejarah yang Menyeluruh
Pasar Beringharjo tidak bisa dilepaskan dari bayang-bayang Keraton Yogyakarta. Dibangun dua tahun pasca rampungnya Keraton Yogyakarta pada tahun 1758, pasar ini terus berkembang seiring berjalannya waktu. Dari awal yang sederhana, tanpa fasilitas apapun, pasar ini menjadi pusat perdagangan utama di Yogyakarta, menandai jejak perjalanan perekonomian kota.
- Asal Usul Nama yang Menggoda Rasa Ingin Tahu
Nama “Beringharjo” merujuk pada masa lalu tempat ini sebelum bertransformasi menjadi pasar. Awalnya dikenal karena pepohonan beringin yang tumbuh di sekitarnya, tempat ini kemudian dinamai Beringharjo dengan harapan menjadi pusat ekonomi yang makmur. Nama ini disahkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VII, mengokohkan identitas pasar hingga hari ini.
- Transformasi Melalui Renovasi
Transformasi pasar ini tidak terjadi begitu saja. Sri Sultan HB VII menginstruksikan pembangunan kembali menggunakan beton dari Hindia Belanda, menciptakan struktur yang lebih nyaman dan representatif bagi pedagang dan pengunjung. Proses ini dilakukan bertahap, dengan penambahan los pasar dari waktu ke waktu.
- Arsitektur yang Menginspirasi
Bangunan pasar ini memperlihatkan dua bangunan menghadap satu sama lain, terletak di barat dan timur, dipisahkan oleh jalan menuju daerah Ketandan. Di sekitarnya, terdapat lapak-lapak kecil yang dikelola oleh Keraton Yogyakarta sebagai kedai makanan. Konsep pembangunan Pasar Beringharjo mengadopsi pola penataan kota yang menempatkan pasar sebagai pusat perekonomian.
- Pasar Beringharjo di Era Modern
Seiring dengan perubahan zaman, Pasar Beringharjo mengalami transformasi dalam desain bangunan dan barang dagangannya. Dari kebutuhan sehari-hari hingga kerajinan khas Yogyakarta, pasar ini menawarkan beragam barang dagangan. Namun, tidak hanya sebagai pusat transaksi ekonomi, pasar ini juga menjadi destinasi kuliner yang menarik. Berbagai makanan khas Yogyakarta dapat dinikmati di sini, menjadikannya pusat kuliner yang tak terlupakan di Kota Yogyakarta.
Dari saksi bisu perjalanan sejarah hingga destinasi kuliner yang menarik, Pasar Beringharjo membuka lembaran baru dalam pengalaman wisata di Yogyakarta, menawarkan lebih dari sekadar belanja barang dagangan.***











