SAMUDERA NEWS- Pada Selasa (14/5/2024), gudang Bulok Rantau Kijang di Pugung disemarakkan oleh kehadiran beragam pejabat dan tokoh terkemuka dalam acara penyaluran bantuan pangan beras tahap II oleh PJ Bupati Tanggamus, Mulyadi Irsan.
Kehadiran utama termasuk Kepala Perum BULOG Divre Bandar, Kepala PT Pos Bandar, serta sejumlah asisten, inspektur, dan perwakilan dari berbagai lembaga terkait seperti Polres Tanggamus, OPD, hingga perwakilan kecamatan dan pekon.
Mulyadi Irsan, dalam sambutannya, mengungkapkan bahwa penyaluran bantuan pangan beras ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mendukung stabilitas pangan dan mengurangi dampak inflasi, sesuai arahan langsung dari Presiden Joko Widodo.
“Penyaluran ini juga merupakan langkah antisipasi terhadap musim kemarau yang panjang, yang dipicu oleh fenomena El-Nino, serta untuk mengantisipasi krisis pangan,” ujarnya.
Penyaluran tahap II ini ditujukan kepada 81.374 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Tanggamus. Angka ini mengalami peningkatan sekitar 8% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 22 juta KPM.
Sistematis, penyaluran ini mengacu pada JUKNIS BAPANAS, sesuai dengan keputusan Kepala Badan Pangan Nasional RI No. 01/TS.0303/K/1/2024 tanggal 02 Januari 2024.
“Pemeriksaan kualitas barang di gudang akan dilakukan oleh Pihak Kanwil Bulog Provinsi Lampung, berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung,” tambahnya.
Lebih lanjut, Mulyadi menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini akan dilaksanakan oleh kantor PT. Pos Indonesia di Kabupaten Tanggamus. Penyaluran bantuan tahun 2024 dilakukan dalam dua tahap, yakni tahap 1 pada bulan Januari-Maret, dan tahap 2 pada bulan April-Juni.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran penerima bantuan pangan serta sebagai langkah konkret dalam mengentaskan kemiskinan,” ujar Kepala Dinas KPTPH dalam laporannya.
Penerima bantuan pangan berasal dari data P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem) dari Kemenko PMK RI. Mereka adalah masyarakat yang rentan secara pangan dan gizi, ditetapkan melalui rapat koordinasi tingkat menteri/kepala lembaga.
“Penerima bantuan pangan di Kabupaten Tanggamus mencapai 81.374 sasaran di 20 kecamatan dan 299 pekon serta 3 kelurahan,” tambahnya.
Penyaluran bantuan pangan ini menjadi langkah penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan pangan dan ekonomi yang terus berkembang. Dengan kerja sama lintas sektor dan penuh tanggung jawab, diharapkan bantuan ini dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat yang menerimanya.***










