SAMUDERA NEWS- Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Metro yang membatalkan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Wahdi-Qomaru telah mengguncang dunia politik lokal. Pengumuman yang sempat diunggah di Instagram resmi KPU itu bahkan seketika dihapus, memicu rumor liar yang menyebutkan bahwa surat pembatalan itu “dicabut”. Ini bukan sekadar kegaduhan biasa, tetapi sebuah spekulasi yang mengarah pada dugaan adanya intervensi atau bahkan tekanan tersembunyi yang berusaha mengubah jalannya proses demokrasi.
Sekretaris Jenderal Laskar Lampung, Panji Padang Ratu, tidak tinggal diam. Ia menegaskan bahwa KPU Kota Metro dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus bersikap tegas dan tak boleh setengah-setengah. “Jangan ada ketakutan, jangan ada keraguan. KPU harus berani. Ini bukan soal kepentingan pribadi, ini soal integritas pemilu yang harus dijaga,” ujar Panji dengan tegas. Pernyataan ini seolah menggema di tengah keraguan yang mencuat, menyuarakan keprihatinan akan ketidakpastian yang mengarah pada potensi pengkhianatan terhadap amanat rakyat.
Lebih lanjut, Panji menekankan agar KPU tidak mau dipengaruhi oleh siapapun—terutama pihak-pihak yang mungkin ingin merusak sistem pemilu dengan intimidasi atau bahkan bujukan. “KPU, jangan mau diintervensi! Jangan takut pada tekanan politik, jangan takut pada ancaman. Ini adalah ujian besar untuk menunjukkan apakah KPU masih bisa menjaga marwah pemilu atau tidak,” tambahnya, seraya menantang lembaga penyelenggara pemilu itu untuk tidak terjebak dalam permainan politik yang mengancam kredibilitas mereka.
KPU Kota Metro, dalam pengumumannya, menyatakan pembatalan paslon Wahdi-Qomaru berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Kota Metro yang menyatakan bahwa Drs. Qomaru Zaman terbukti melakukan pelanggaran pidana pemilu. Sanksinya: pembatalan pasangan calon dengan denda sebesar Rp6 juta atau hukuman kurungan satu bulan.
Namun, keputusan ini mengundang banyak tanya. Mengapa pengumuman itu sempat dihapus? Mengapa sampai ada kesan ketidakpastian setelah pengumuman pertama? Ini bukan hanya soal hukum, ini soal integritas demokrasi. Keputusan KPU yang tak terduga ini membuat banyak pihak mempertanyakan apakah ada kekuatan lain yang berusaha mempengaruhi jalannya pemilu di Metro.
Panji Padang Ratu, yang sudah lama dikenal sebagai tokoh yang vokal dalam memperjuangkan transparansi dan keadilan dalam pemilu, sekali lagi menegaskan bahwa hanya ada satu pilihan: tegas dan berani. KPU Kota Metro harus menjawab tantangan ini dengan jelas dan tegas, karena rakyat menanti kejelasan. Jangan biarkan demokrasi tercoreng oleh kebingungan dan ketidakpastian.****












