• Redaksi
  • Tentang Kami
Wednesday, May 13, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Berita

Lonjakan Penderita Diabetes, Apakah Indonesia Masuk dalam Keadaan Darurat?

MeldabyMelda
16/01/2025
in Berita
Lonjakan Penderita Diabetes, Apakah Indonesia Masuk dalam Keadaan Darurat?
ADVERTISEMENT

SAMUDERA NEWS– Angka penderita diabetes di Indonesia terus meningkat tajam, sebuah fenomena yang juga terlihat di tingkat global. Laporan dari International Diabetes Federation (IDF) 2023 menunjukkan, jumlah penderita diabetes dewasa di dunia mencapai 537 juta orang, dengan proyeksi lonjakan menjadi 783 juta pada 2045.

Di Indonesia, kondisi ini semakin mengkhawatirkan. Saat ini, Indonesia berada di posisi ketujuh negara dengan jumlah penderita diabetes tertinggi di dunia, dengan sekitar 19,5 juta kasus diabetes dewasa. Menanggapi hal ini, Ns. Padri Setiawan, S.Kep, Founder Epitel Indonesia, mengungkapkan bahwa situasi ini menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan nasional.

“Angka penderita diabetes ini mencerminkan pola hidup masyarakat yang semakin tidak sehat, ditambah dengan rendahnya kesadaran akan pentingnya deteksi dini. Urbanisasi dan perubahan gaya hidup menjadi faktor utama yang memicu lonjakan kasus,” jelas Padri saat ditemui di kantornya, Jumat, 16 Januari 2025.

BeritaLainnya

Sidang Korupsi PI Lampung Ricuh, Hakim Potong Pernyataan Arinal Djunaidi

Ketua GKPL: Bedah Film “Pesta Babi” Bentuk Penyadaran Publik Soal Lingkungan Hidup

Masalah Gaya Hidup dan Kurangnya Deteksi Dini

Padri menekankan, pola makan yang tidak sehat dan minimnya aktivitas fisik menjadi kombinasi berbahaya bagi tubuh. Banyak orang mengonsumsi makanan olahan dan manis, sementara mereka jarang berolahraga.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Asrul, Amd. Kep, Co-Founder Epitel Indonesia, menyoroti tingginya angka penderita yang tidak terdiagnosis hingga mencapai tahap komplikasi. Banyak pasien baru datang ke fasilitas kesehatan saat diabetes sudah menyebabkan masalah serius seperti luka yang sulit sembuh, penyakit jantung, atau gagal ginjal.

“Gejala awal diabetes sering dianggap remeh, seperti sering haus, sering buang air kecil, dan luka yang susah sembuh. Padahal, deteksi dini bisa mencegah kondisi menjadi lebih buruk,” tegas Asrul.

Peningkatan Kasus Diabetes Tipe 2 pada Anak dan Remaja

Yang lebih memprihatinkan, diabetes tipe 2 yang dulu hanya ditemukan pada orang dewasa kini semakin meningkat pada anak-anak dan remaja. Kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji, minuman manis, serta kurangnya aktivitas fisik membuat generasi muda semakin rentan terhadap penyakit ini.

“Diabetes tipe 2 pada anak-anak semakin meningkat. Mereka cenderung mengonsumsi makanan yang tidak sehat dan jarang bergerak, yang menyebabkan mereka lebih rentan terkena diabetes,” kata Asrul.

Diabetes Membebani Ekonomi Negara

Padri juga mengingatkan bahwa diabetes memberi beban besar pada sistem kesehatan dan ekonomi Indonesia. Pengobatan diabetes, khususnya saat sudah memasuki tahap komplikasi, memerlukan biaya yang sangat tinggi.

“Diabetes tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada keluarga dan produktivitas masyarakat. Penderita diabetes sering kali kehilangan kemampuan untuk bekerja, yang tentunya mengganggu ekonomi keluarga dan negara,” jelasnya.

Peran Epitel Indonesia dalam Penanganan Diabetes

Epitel Indonesia, sebagai penyedia layanan kesehatan modern khusus perawatan luka diabetes, berperan penting dalam memberikan solusi untuk masalah ini. Baik Padri maupun Asrul sepakat bahwa langkah pencegahan menjadi kunci utama untuk menanggulangi diabetes di Indonesia.

“Pencegahan harus dimulai dari edukasi masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat dan deteksi dini. Diabetes bukan hanya soal gula darah, tetapi juga gaya hidup secara keseluruhan,” ujar Padri.

Asrul menambahkan, “Layanan kesehatan perlu fokus pada deteksi dini dan manajemen kasus diabetes, serta edukasi yang lebih intensif terkait pola makan sehat dan aktivitas fisik.”

Pesan Untuk Masyarakat

Padri dan Asrul menutup wawancara dengan pesan penting: “Diabetes adalah penyakit yang bisa dikelola jika terdeteksi lebih awal. Jangan tunggu sampai komplikasi datang, mulai dengan pola makan sehat, olahraga rutin, dan pemeriksaan kesehatan berkala,” ujar Padri.

Asrul menambahkan, “Kami siap membantu masyarakat dengan perawatan luka diabetes dan edukasi untuk pencegahan lebih lanjut. Kesehatan adalah investasi, dan mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.”

Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan penyedia layanan kesehatan seperti Epitel Indonesia, diharapkan angka penderita diabetes dapat ditekan, sehingga masyarakat Indonesia dapat hidup lebih sehat dan produktif.

Fakta Diabetes di Indonesia (2023):
– Jumlah Kasus: 19,5 juta orang dewasa.
– Komplikasi Utama: Luka diabetes, gagal ginjal, penyakit jantung.
– Faktor Risiko: Gaya hidup tidak sehat, obesitas, kurang aktivitas fisik.

Jangan tunggu gula darah merusak tubuh Anda. Mulailah hidup sehat hari ini.***

Source: MELDA
Tags: DiabetesEpidemiEpitelIndonesiaGayaHidupSehatKesehatanIndonesiaKesehatanMasyarakatPencegahanDiabetes
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

Penyidik Pidsus Kejari Lampung Barat Terima Pengembalian Kerugian Negara Rp 500 Juta dalam Kasus Korupsi Jalan Marang-Kupang Ulu

Next Post

DPRD Lampung Selatan Tetapkan Radytio Egi Pratama dan M. Syaiful Anwar sebagai Pemimpin Baru

Related Posts

Sidang Korupsi PI Lampung Ricuh, Hakim Potong Pernyataan Arinal Djunaidi
Berita

Sidang Korupsi PI Lampung Ricuh, Hakim Potong Pernyataan Arinal Djunaidi

13/05/2026
Ketua GKPL: Bedah Film “Pesta Babi” Bentuk Penyadaran Publik Soal Lingkungan Hidup
Berita

Ketua GKPL: Bedah Film “Pesta Babi” Bentuk Penyadaran Publik Soal Lingkungan Hidup

13/05/2026
Jaringan Narkoba Aceh Dibongkar di Lampung, Polisi Sita Sabu dan Ratusan Pil Terlarang
Berita

Jaringan Narkoba Aceh Dibongkar di Lampung, Polisi Sita Sabu dan Ratusan Pil Terlarang

13/05/2026
Kasus Penipuan Online: Bagaimana Cara Melaporkannya
Berita

Kasus Penipuan Online: Bagaimana Cara Melaporkannya

13/05/2026
Stabilkan Harga Pangan, Pemkab Pringsewu Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng
Berita

Stabilkan Harga Pangan, Pemkab Pringsewu Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng

13/05/2026
TMMD 2026 di Tanggamus Dapat Apresiasi Tim Wasev Pusterad
Berita

TMMD 2026 di Tanggamus Dapat Apresiasi Tim Wasev Pusterad

12/05/2026
Next Post
DPRD Lampung Selatan Tetapkan Radytio Egi Pratama dan M. Syaiful Anwar sebagai Pemimpin Baru

DPRD Lampung Selatan Tetapkan Radytio Egi Pratama dan M. Syaiful Anwar sebagai Pemimpin Baru

Polisi Investigasi Video Viral Cekcok Supir Truk dan Security di Pelabuhan Bakauheni

Polisi Investigasi Video Viral Cekcok Supir Truk dan Security di Pelabuhan Bakauheni

Fokal Smanda 87 Gelar Bakti Sosial 2025 di Huma Dihi Eco Park

Fokal Smanda 87 Gelar Bakti Sosial 2025 di Huma Dihi Eco Park

Masa Jabatan Pj Bupati Pringsewu Marindo Kurniawan Berakhir 1 Maret 2025

Masa Jabatan Pj Bupati Pringsewu Marindo Kurniawan Berakhir 1 Maret 2025

HNSI Pesawaran Versi Munas Bogor Desak KKP Bongkar Pembatas Laut di JW Marriott Lampung

HNSI Pesawaran Versi Munas Bogor Desak KKP Bongkar Pembatas Laut di JW Marriott Lampung

Berita Terkini

  • Sidang Korupsi PI Lampung Ricuh, Hakim Potong Pernyataan Arinal Djunaidi
  • Ketua GKPL: Bedah Film “Pesta Babi” Bentuk Penyadaran Publik Soal Lingkungan Hidup
  • Jaringan Narkoba Aceh Dibongkar di Lampung, Polisi Sita Sabu dan Ratusan Pil Terlarang
  • Kasus Penipuan Online: Bagaimana Cara Melaporkannya
  • Stabilkan Harga Pangan, Pemkab Pringsewu Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In