SAMUDERA NEWS– Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau Terminal Eksekutif Pelabuhan Merak, Banten, untuk memastikan kesiapan arus mudik Lebaran 2025. Dalam kunjungan tersebut, Kapolri didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.
Kapolri menegaskan bahwa pelaksanaan mudik tahun ini harus berjalan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Kami tadi meninjau kesiapan di rest area KM 57, dan saat ini bersama Menko PMK memeriksa kesiapan layanan mudik di jalur penyeberangan Merak-Bakauheni,” ujar Sigit.
Penguraian Kepadatan Berkat Diskon Tiket dan WFA
Dalam kesempatan itu, Sigit mengungkapkan bahwa sejumlah kebijakan strategis telah diterapkan guna mengurangi kepadatan arus mudik, salah satunya dengan pemberian diskon tiket kapal dan kebijakan Work From Anywhere (WFA). Hasilnya, terjadi pergeseran pola perjalanan pemudik, yang berkontribusi pada penguraian kepadatan di jalur penyeberangan.
“Dari data yang kami terima, sejak H-10 hingga H-8 terjadi peningkatan arus mudik dibandingkan dengan periode yang sama pada Lebaran 2024. Namun, kebijakan ini mampu mengurangi lonjakan di hari-hari puncak. Saat ini masih ada sekitar 170 ribu kendaraan yang akan menyeberang, dan kami terus mengupayakan agar arusnya tetap terkendali,” jelas Kapolri.
Imbauan untuk Pemudik: Manfaatkan Perjalanan Siang Hari
Guna menghindari penumpukan kendaraan, Sigit mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan perjalanan di siang hari. Menurutnya, pergerakan kendaraan pada siang hari lebih lancar dibandingkan dengan malam hingga dini hari, yang biasanya menjadi waktu favorit pemudik.
“Jika kepadatan bisa terurai dengan pemanfaatan waktu perjalanan siang hari, maka puncak arus mudik dapat dikelola lebih baik,” tambahnya.
Strategi Pengelolaan Lalu Lintas dan Buffer Zone
Kapolri juga mengapresiasi kesiapan infrastruktur untuk mengatasi potensi kepadatan. Sejumlah langkah telah diterapkan, di antaranya penyediaan buffer zone di jalan tol dan dermaga, serta pengaturan kendaraan di Gerbang Tol Cilegon Timur untuk menghindari penumpukan kendaraan menuju Pelabuhan Merak.
“Pengaturan ini memastikan kendaraan roda empat, truk, dan motor memiliki jalur yang terpisah agar tidak terjadi kemacetan. Sosialisasi juga terus dilakukan di rest area serta gerbang tol sebelum masuk ke Cilegon Timur,” jelas Sigit.
Ia juga menyoroti kelancaran sistem tiket online yang kini berjalan normal dengan mekanisme diskon. “Harapan kami, dengan semua langkah yang sudah dilakukan, mudik tahun ini, terutama di jalur penyeberangan, bisa berlangsung lebih lancar dan nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya.












