SAMUDERA NEWS— Kegiatan halal bihalal yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung di sebuah hotel mewah, menuai sorotan tajam. Sekretaris Jenderal Forum Muda Lampung (FML), Iqbal Farochi, menilai kegiatan tersebut patut diduga mengandung unsur gratifikasi. Pernyataan tersebut muncul setelah Sekretaris DKP Provinsi Lampung mengonfirmasi bahwa acara tersebut didanai oleh pihak ketiga, meski tanpa rincian jelas terkait sumber dana.
“Kami menduga ada unsur gratifikasi, terutama dengan adanya pernyataan bahwa dana yang digunakan berasal dari pihak ketiga, yang tidak jelas peruntukannya,” ujar Iqbal dalam keterangannya kepada redaksi media ini, Senin (28/4/2025).
Menurut Iqbal, kegiatan ini juga mencurigakan karena tidak tercantum dalam pagu anggaran resmi DKP. Hal ini menambah pertanyaan tentang transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana publik yang seharusnya bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Kami sangat menyayangkan sikap DKP yang tidak mengindahkan instruksi Presiden Prabowo terkait efisiensi penggunaan anggaran, apalagi di tengah kondisi perekonomian yang masih sulit,” tegasnya.
Lebih lanjut, Iqbal menegaskan bahwa kegiatan seperti ini seharusnya bukan menjadi prioritas, terutama jika tidak tercantum dalam program kegiatan dinas. “Kegiatan yang tidak masuk dalam anggaran dinas ini jelas mencerminkan ketidakpatuhan terhadap arahan pemerintah, serta rawan terjadi praktik KKN,” ujarnya.
FML pun mendesak Kepala Dinas DKP Provinsi Lampung untuk segera mundur dari jabatannya. “Penting untuk menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah,” tandas Iqbal.
Di sisi lain, Iqbal juga mengajak masyarakat untuk lebih kritis terhadap penggunaan anggaran daerah dan mendesak agar setiap kegiatan yang melibatkan dana publik harus transparan dan akuntabel. “Kegiatan yang tidak efisien dan transparan harus dievaluasi untuk memastikan tidak terulang kembali,” tutupnya.
FML berkomitmen untuk terus mengawasi dan memberikan masukan konstruktif untuk kesejahteraan masyarakat Lampung.***












