SAMUDERA NEWS – Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus mendorong penyebaran informasi terkait Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor hingga ke tingkat desa. Upaya ini disampaikan dalam acara Penyerahan SPPT PBB Tahun 2025 dan Sosialisasi Pemutihan Pajak Daerah yang berlangsung di Balai Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan, Senin (28/4/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Asisten Administrasi Umum, Kepala Bapenda Pesawaran, Camat Gedong Tataan, serta para kepala desa se-Kecamatan Gedong Tataan.
Dalam sambutannya, Bupati Dendi menegaskan bahwa kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor masih rendah akibat berbagai faktor, mulai dari kendala finansial hingga kurangnya edukasi. Oleh karena itu, ia meminta perangkat desa untuk lebih aktif menyampaikan informasi ini langsung kepada masyarakat, tidak hanya melalui media sosial tetapi juga melalui komunikasi langsung.
Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor ini merupakan kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung yang berlangsung dari 1 Mei hingga 31 Juli 2025. Fasilitas yang diberikan dalam program ini mencakup bebas pajak progresif, bebas bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), bebas pokok tunggakan pajak, bebas denda pajak kendaraan bermotor, serta bebas denda SWDKLLJ.
Kepala UPTD Samsat Pesawaran Badarudin mengungkapkan bahwa tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan masih rendah. Dari total 145.828 unit kendaraan bermotor di Pesawaran, sebanyak 59.105 unit telah mati pajak lebih dari lima tahun, dan 34.871 unit menunggak pajak selama lima tahun. Ia menegaskan bahwa program pemutihan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memenuhi kewajiban pajaknya tanpa dikenakan denda.
Selain sosialisasi program pemutihan pajak, Kepala Bapenda Pesawaran Evans Saggita menjelaskan bahwa acara ini juga bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah kabupaten dengan perangkat desa dalam meningkatkan pendapatan asli daerah. Dalam kesempatan ini juga dilakukan penyerahan SPPT PBB 2025 serta penghapusan piutang PBB di tiga kecamatan: Gedong Tataan, Padang Cermin, dan Punduh Pedada.
_”Kami berharap dukungan dari seluruh perangkat desa agar informasi ini sampai ke masyarakat secara luas dan program ini dapat dimanfaatkan secara maksimal,”_ ujar Evans.***












