SAMUDERA NEWS– Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menyoroti peluang besar karir bagi lulusan jurusan bahasa daerah, khususnya Bahasa Lampung, sebagai guru di Lampung Barat. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menemani purna siswa SMAN 1 Kebun Tebu, Rabu (21/5).
Parosil mengungkapkan bahwa, menurut pengamatannya, banyak guru Bahasa Lampung di Lampung Barat yang bukan lulusan jurusan bahasa daerah. “Sekitar 70 persen guru bahasa Lampung bukan lulusan bahasa daerah. Artinya, peluang kerja di bidang ini sangat besar, tapi anehnya minat pelajar kita rendah untuk mengambil jurusan tersebut,” ujar Parosil.
Menanggapi hal ini, bupati dua periode ini mengaku akan mempelajari berbagai upaya untuk meningkatkan minat pelajar terhadap jurusan bahasa daerah, termasuk kemungkinan membuka program kuliah melalui Universitas Terbuka khusus jurusan bahasa daerah di Lampung Barat.
“Dengan perkembangan zaman, saya lihat justru masyarakat pribumi kurang berminat mempelajari bahasa daerah, sementara pendatang lebih antusias. Ini menjadi perhatian kami,” tambahnya.
Parosil juga mengusulkan Pemda melakukan kerjasama (MOU) dengan Universitas Terbuka untuk membuka kelas khusus bahasa daerah yang dibiayai pemerintah. “Jika tiap tahun kita bisa menyiapkan 30-40 lulusan, dalam lima tahun bisa memenuhi kebutuhan guru bahasa daerah di Lampung Barat,” jelasnya optimis.
Selain itu, Parosil menyoroti indeks pembangunan manusia di Lampung Barat yang masih rendah, salah satu faktor penyebabnya belum adanya perguruan tinggi di wilayah tersebut.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kebun Tebu, Supriantoro, mengapresiasi perhatian dan kunjungan bupati. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Pak Bupati dalam acara purna siswa ini,” tuturnya.***












