SAMUDERA NEWS– Insiden mengerikan terjadi di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di dekat gudang ABC, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung, Minggu, 30 November 2025 sekitar pukul 09.00 WIB. Seorang pekerja reklame bernama Warno (35), warga Kaliawi, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, tersengat aliran listrik bertegangan tinggi saat memperbaiki papan reklame yang diduga milik Media Vista.
Korban saat itu tengah menaiki papan reklame bersama rekannya, Aldi, yang juga berprofesi sebagai teknisi reklame. Namun, dugaan kelalaian dalam penggunaan perlengkapan keselamatan membuat Warno tersengat listrik hingga tubuhnya tergantung lemas di udara. Kejadian ini membuat panik warga sekitar, yang segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan aparat kepolisian.
Kapolsek Telukbetung Selatan, AKP Galih, membenarkan peristiwa tersebut. “Ya benar, kejadiannya tadi pagi sekitar jam 09.00 WIB. Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Budi Medika,” kata Galih.
Galih menambahkan, luka bakar yang dialami korban mencapai sekitar 80 persen dari tubuhnya. “Korban mengalami luka bakar cukup parah. Tim medis sedang berupaya melakukan perawatan terbaik agar kondisi korban stabil,” ujarnya.
Menurut keterangan polisi, dugaan sementara insiden ini terjadi karena korban tidak menggunakan peralatan keselamatan kerja sesuai prosedur standar operasional (SOP). Polisi juga berencana memanggil pihak Media Vista untuk dimintai keterangan terkait kejadian ini, termasuk apakah perusahaan telah menyediakan peralatan keselamatan yang memadai dan melatih pekerjanya sesuai aturan keselamatan kerja.
Peristiwa ini langsung memicu sorotan publik mengenai keselamatan kerja di sektor reklame dan konstruksi. Banyak warga menyoroti minimnya perhatian terhadap penggunaan alat pelindung diri (APD) dan prosedur keselamatan saat melakukan pekerjaan di ketinggian dan dekat dengan sumber listrik tegangan tinggi.
Selain itu, kejadian ini menjadi peringatan keras bagi perusahaan penyedia reklame maupun pihak terkait untuk lebih ketat dalam menerapkan SOP keselamatan kerja. Pengawasan dari pemerintah daerah dan dinas terkait juga dianggap penting agar insiden serupa tidak kembali terjadi.
“Keselamatan pekerja harus jadi prioritas utama. Setiap pekerjaan yang melibatkan ketinggian dan listrik bertegangan tinggi harus dilakukan dengan peralatan lengkap dan pelatihan yang memadai. Ini demi keselamatan diri sendiri dan lingkungan sekitar,” kata seorang pakar keselamatan kerja yang dihubungi.
Korban saat ini masih dalam kondisi kritis, dan pihak keluarga berharap penanganan medis di rumah sakit bisa memulihkan kondisinya. Pihak kepolisian terus mengusut insiden ini dan memastikan tanggung jawab perusahaan serta penerapan SOP keselamatan kerja di lapangan dipertanggungjawabkan.***












