SAMUDERA NEWS — Ada yang berbeda dari pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kali ini. Bukan digelar di ruang rapat atau gedung pemerintahan, sebanyak 152 pejabat justru dilantik di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (2/9/2026).
Lokasi tersebut dipilih bukan sekadar untuk mencari suasana berbeda. Ada pesan kuat yang ingin disampaikan Pemkab Lampung Selatan: jabatan yang diterima para pejabat harus berujung pada pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto. Uniknya, prosesi tersebut disaksikan langsung oleh masyarakat yang sedang berada di MPP untuk mengurus berbagai kebutuhan pelayanan.
Sebanyak 152 pejabat yang dilantik terdiri dari 45 pejabat administrator, 56 pejabat pengawas, dan 51 pejabat fungsional.
Selain itu, terdapat empat aparatur sipil negara (ASN) yang mendapatkan tugas tambahan sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Rinciannya, tiga orang mengisi tugas Plt jabatan administrator dan satu orang sebagai Plt jabatan pengawas.
Jabatan Bukan Sekadar Kursi, Pelayanan Jadi Taruhannya
Di hadapan para pejabat yang baru dilantik, Supriyanto mengingatkan bahwa jabatan bukan hanya soal posisi dalam struktur birokrasi.
Menurutnya, jabatan merupakan amanah yang harus dibuktikan melalui kinerja. Ukurannya bukan sekadar administrasi selesai, tetapi sejauh mana masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat dan memberikan solusi.
“Ada alasan mengapa pelantikan ini dilaksanakan di halaman MPP. Karena momentum ini dapat dilihat dan dihadiri oleh masyarakat yang sedang menjalankan pelayanan. Jabatan yang kita emban harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan yang baik,” kata Supriyanto.
Ia menegaskan, keberadaan MPP menjadi simbol bahwa birokrasi pada akhirnya bekerja untuk masyarakat.
Karena itu, para pejabat diminta tidak kehilangan orientasi ketika menjalankan tugas dan kewenangannya.
“Harus kita sadari, siapa yang akan kita layani? Tentu masyarakat. Apa yang kita lakukan, inilah yang harus menjadi perhatian kita bersama,” tegasnya.
Pesan Sekda: Jangan Bikin Warga Datang Dua Kali
Salah satu pesan Supriyanto yang cukup tegas adalah soal penyelesaian persoalan masyarakat.
Ia meminta para pejabat tidak sekadar menerima laporan atau keluhan, tetapi memastikan persoalan tersebut ditangani sampai tuntas.
Jangan sampai masyarakat sudah datang ke kantor pemerintah membawa masalah, tetapi ketika pulang justru masih membawa masalah yang sama.
“Jangan sampai masyarakat datang membawa persoalan dan pulang membawa persoalan. Semua masalah masyarakat harus tuntas. Jangan membawa persoalan yang sama saat pulang,” ujarnya.
Menurutnya, pelayanan publik seharusnya memberikan kepastian dan solusi, bukan malah membuat masyarakat harus bolak-balik mengurus persoalan yang belum selesai.
Aspirasi Warga Jadi Pengingat Birokrasi
Pelantikan di MPP juga semakin terasa berbeda karena di sekitar lokasi terdapat berbagai tulisan aspirasi masyarakat.
Bagi Supriyanto, aspirasi tersebut bukan sekadar tulisan yang terpampang di ruang publik. Suara warga harus menjadi bahan perhatian sekaligus evaluasi bagi pemerintah dalam menjalankan tugas.
Aspirasi masyarakat, kata dia, dapat menjadi salah satu bahan untuk melihat apakah kebijakan dan pelayanan pemerintah selama ini sudah berjalan sesuai kebutuhan masyarakat atau belum.
Pertumbuhan Ekonomi Lampung Selatan Capai 5,71 Persen
Dalam kesempatan tersebut, Supriyanto juga menyampaikan sejumlah capaian positif Kabupaten Lampung Selatan.
Salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi yang disebut telah mencapai 5,71 persen.
Capaian tersebut menjadi modal penting, tetapi menurut Supriyanto harus dibarengi dengan kinerja birokrasi yang semakin solid dan efektif.
Artinya, pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti menjadi angka statistik. Pemerintah harus memastikan dampaknya bisa dirasakan masyarakat melalui pelayanan, pembangunan dan kebijakan yang tepat sasaran.
“Keberhasilan pemerintah tidak diukur dari seberapa banyak penghargaan yang didapat, tetapi dari seberapa besar manfaat yang kita berikan kepada masyarakat,” tegasnya.
Pejabat Baru Diminta Langsung Gaspol
Dengan dilantiknya ratusan pejabat tersebut, Supriyanto meminta seluruh pejabat segera memahami tugas dan kewenangan masing-masing.
Tidak ada waktu untuk sekadar menikmati posisi baru. Para pejabat dituntut langsung bekerja memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik berjalan semakin efektif.
Ia juga berharap soliditas birokrasi terus diperkuat agar berbagai program pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan dapat berjalan sesuai target.
“Saya percaya dengan birokrasi yang solid mampu menjadikan Lampung Selatan maju menuju Indonesia Emas. Berikan yang terbaik di mana pun kita berada,” kata Supriyanto.
Pelantikan 152 pejabat di halaman MPP pun menjadi pengingat bahwa jabatan bukanlah tujuan akhir. Jabatan adalah amanah, sementara kepuasan masyarakat menjadi salah satu ukuran penting keberhasilan birokrasi.
Kini, masyarakat tentu menunggu pembuktian: apakah pesan pelayanan tersebut benar-benar akan terasa setelah para pejabat baru mulai menjalankan tugasnya?





