• Redaksi
  • Tentang Kami
Wednesday, October 28, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Berita

Redam Konflik Manusia-Gajah, Way Kambas Andalkan Lebah, Serai hingga Pelatihan Mahot

MeldabyMelda
01/09/2026
in Berita
Redam Konflik Manusia-Gajah, Way Kambas Andalkan Lebah, Serai hingga Pelatihan Mahot
ADVERTISEMENT

SAMUDERA NEWS- Bagaimana jika salah satu cara menghadapi gajah justru bukan dengan mengusirnya, melainkan membuat lahan warga menjadi kurang menarik untuk didatangi?

Pertanyaan itu kini menjadi bagian dari upaya mencari jalan keluar konflik manusia dan gajah di sekitar Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur.

Lebah dan tanaman serai mulai dikembangkan sebagai bagian dari pendekatan tersebut. Di saat yang sama, cara manusia berhadapan dengan gajah juga ikut diubah, termasuk dengan mengirim mahot untuk belajar ke Thailand.

BeritaLainnya

Geger di Katibung! Polisi Temukan Tanaman Diduga Ganja Setinggi Satu Meter

59 Pekon Gelar Pilkakon Serentak, Bupati Pringsewu Pastikan Pemungutan Suara Kondusif

Lebah Jadi “Penjaga” Alami

Lebah memiliki alasan khusus untuk ditempatkan dalam skema mitigasi konflik gajah.

Sejumlah penelitian menunjukkan gajah memiliki respons menghindar terhadap lebah yang terganggu. Dengungan lebah dapat memicu respons waspada dan membuat gajah menjauh.

ADVERTISEMENT

Pendekatan menggunakan sarang lebah bahkan telah digunakan untuk melindungi lahan pertanian dari serbuan gajah di sejumlah negara.

Menariknya, cara tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penghalau alami. Masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi dari madu yang dihasilkan.

Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TNWK, Brigjen Sriyanto, mengatakan sekitar 900 kotak lebah yang sebelumnya diberikan kepada masyarakat telah menghasilkan panen.

“Sekarang sudah mulai pemecahan koloni. Kalau kemarin kita lihat semua boks yang kita serahkan, minggu depan mungkin sudah menjadi 1.500 boks lebah,” kata Sriyanto di TNWK, Selasa (1/9/2026).

Menurut dia, budidaya tersebut nantinya dikelola masyarakat melalui BUMDes sehingga manfaat ekonominya bisa dirasakan langsung.

Serai Dicoba, Warga Mendapat Alternatif

Selain lebah, tanaman serai juga mulai dibudidayakan.

Sriyanto mengatakan sebagian tanaman memang terkendala kondisi cuaca. Namun, tanaman yang masih memungkinkan akan terus dikembangkan dan penanaman berikutnya menunggu kondisi yang lebih mendukung.

“Serai pun sangat bermanfaat. Kita sudah memesan mesin untuk penyulingan serai,” ujar Sriyanto.

Hasil penyulingan nantinya berupa minyak atsiri yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai produk, seperti sabun, pengharum hingga aromaterapi.

Pengelolaannya dipusatkan melalui BUMDes di Desa Braja Asri.

Dengan pola ini, upaya meredam konflik tidak berhenti pada bagaimana menjauhkan gajah dari lahan warga. Masyarakat juga diberi pilihan usaha yang bisa menghasilkan tanpa harus berhadapan langsung dengan gajah.

Mahot Belajar Cara Baru Memperlakukan Gajah

Perubahan berikutnya justru menyasar manusia yang sehari-hari berhadapan dengan gajah.

Balai TNWK kini mengirim mahot untuk mengikuti pelatihan di Elephant Nature Park (ENP), Thailand.

Kepala Balai TNWK MHD Zaidi mengatakan pelatihan itu merupakan bagian dari perubahan pendekatan dalam menangani gajah.

“Ke depan kita akan berusaha bahwa tidak ada lagi gajah yang dirantai. Jadi model pendekatan antara pawang dengan gajah nanti akan berubah,” kata Zaidi.

Menurut dia, hubungan antara mahot dan gajah tidak seharusnya dibangun atas rasa takut.

“Kalau dulu mungkin pendekatan antara mahot dengan gajah itu dengan unsur bahwa gajahnya takut dengan mahot. Ke depan enggak, bukan begitu. Hubungannya adalah hubungan harmonis,” ujarnya.

Pelatihan itu akan dilakukan bertahap. Setelah mahot yang saat ini mengikuti pelatihan kembali, TNWK berencana mengirim peserta berikutnya.

Bahkan, pelatih dari Thailand nantinya diharapkan datang langsung ke Way Kambas untuk memberikan pelatihan kepada mahot di lapangan.

Tanggul Jadi Lapis Perlindungan

Jika lebah dan serai merupakan pendekatan berbasis masyarakat, serta pelatihan mahot menyasar perubahan perilaku manusia, TNWK juga menyiapkan perlindungan fisik.

Tanggul pembatas dibangun di area yang dinilai rawan menjadi jalur keluar-masuk gajah.

Sriyanto menyebut pembangunan tanggul menjadi salah satu pekerjaan kritis karena sebagian wilayah memiliki tanah labil dan berbatasan dengan sungai serta daerah aliran sungai.

“Tanggul ini merupakan faktor kritis yang jadi perhatian. Karena kalau dilihat di bagian utara, itu tanahnya labil, berbatasan dengan sungai dan kawasan DAS. Itu tantangan bagi kita,” katanya.

Pembangunan tanggul ditargetkan selesai pada minggu kedua September dan akan mendapat pemeliharaan selama 12 bulan.

Revitalisasi Bukan Sekadar Membuat Tempat Wisata

Di tengah berbagai upaya tersebut, revitalisasi TNWK tetap berjalan.

Progres keseluruhan pembangunan saat ini mencapai 75,81 persen. Namun, bagi pengelola TNWK, pembangunan fisik tersebut pada akhirnya harus mengikuti perubahan yang lebih besar dalam pengelolaan gajah.

Zaidi mengatakan pola interaksi wisatawan dengan gajah juga akan ditata kembali setelah revitalisasi.

“Mungkin nanti kita akan dengan model revitalisasi yang baru, kita akan buat skema model interaksi yang baru. Jadi mungkin tidak lagi seperti dulu,” kata Zaidi.

Dengan demikian, wajah baru Way Kambas nantinya bukan hanya soal bangunan dan fasilitas wisata.

Ada pekerjaan yang jauh lebih mendasar: mengubah cara manusia berhadapan dengan gajah, dari saling menghalau menjadi mencari ruang untuk hidup berdampingan.***

Source: Oscar Sihotang
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

Buku Rp70 Ribu di SMPN 2 Kalianda Bikin Heboh, Isi Chat Wali Murid Jadi Sorotan

Next Post

Exploring Cross-Platform Play for Wiz Slots: A Comprehensive Review

Related Posts

Geger di Katibung! Polisi Temukan Tanaman Diduga Ganja Setinggi Satu Meter
Berita

Geger di Katibung! Polisi Temukan Tanaman Diduga Ganja Setinggi Satu Meter

27/10/2026
59 Pekon Gelar Pilkakon Serentak, Bupati Pringsewu Pastikan Pemungutan Suara Kondusif
Berita

59 Pekon Gelar Pilkakon Serentak, Bupati Pringsewu Pastikan Pemungutan Suara Kondusif

27/10/2026
Dana Pembangunan Masjid MTsN 1 Kalianda Jadi Sorotan, Satgas Saber Pungli Diminta Mengawasi
Berita

Dana Pembangunan Masjid MTsN 1 Kalianda Jadi Sorotan, Satgas Saber Pungli Diminta Mengawasi

27/10/2026
Baru 3 Tahun Belajar Silat, Sultoni Murid SMK Samudera Langsung Raih Medali Emas
Berita

Baru 3 Tahun Belajar Silat, Sultoni Murid SMK Samudera Langsung Raih Medali Emas

27/10/2026
Kapal KMP Portlink III Mulai Berlayar, ASDP Jaga Kelancaran Penyeberangan Jawa–Sumatera
Berita

Kapal KMP Portlink III Mulai Berlayar, ASDP Jaga Kelancaran Penyeberangan Jawa–Sumatera

27/10/2026
Panji Padang Ratu Dukung Saburai Budaya Nusantara, Riset dan Pelestarian Sejarah Jadi Sorotan
Berita

Panji Padang Ratu Dukung Saburai Budaya Nusantara, Riset dan Pelestarian Sejarah Jadi Sorotan

27/10/2026
Next Post

Exploring Cross-Platform Play for Wiz Slots: A Comprehensive Review

Exploring Cross-Platform Play for Wiz Slots: A Comprehensive Review

Anak Berhadapan dengan Hukum: Memahami Perlindungan dan Prosesnya

Anak Berhadapan dengan Hukum: Memahami Perlindungan dan Prosesnya

Ada Pesan di Grup Wali Murid, Penjualan Buku SMPN 2 Kalianda Kembali Disorot

Ada Pesan di Grup Wali Murid, Penjualan Buku SMPN 2 Kalianda Kembali Disorot

Bukan Sekadar Bagi Tanah, Wamen Ossy Ungkap Tantangan Besar Reforma Agraria

Berita Terkini

  • Geger di Katibung! Polisi Temukan Tanaman Diduga Ganja Setinggi Satu Meter
  • 59 Pekon Gelar Pilkakon Serentak, Bupati Pringsewu Pastikan Pemungutan Suara Kondusif
  • Dana Pembangunan Masjid MTsN 1 Kalianda Jadi Sorotan, Satgas Saber Pungli Diminta Mengawasi
  • Baru 3 Tahun Belajar Silat, Sultoni Murid SMK Samudera Langsung Raih Medali Emas
  • Kapal KMP Portlink III Mulai Berlayar, ASDP Jaga Kelancaran Penyeberangan Jawa–Sumatera

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In