SAMUDERA NEWS- Di bawah naungan langit Lampung Selatan, sebuah ikatan yang telah terjalin puluhan tahun kembali bersemi. Komunitas alumni SPBA 92/95 (Sahabat Putih Biru Abu-Abu) akan segera menggelar reuni akbar bertajuk “Satu Hari, Seribu Cerita, Tak Terlupakan” pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Pertemuan ini bukan sekadar ajang melepas rindu, melainkan sebuah simfoni harmoni antara napak tilas kenangan masa lalu dan visi masa depan untuk memajukan daerah.
Rangkaian Perjalanan: Dari Ruang Kelas menuju Cakrawala Pantai
Perhelatan ini akan dimulai dengan langkah penuh haru di almamater tercinta, SMPN 01 dan SMAN 01 Sidomulyo.
Para alumni akan kembali menapaki koridor sekolah, mengenang derap langkah masa remaja, dan memberikan apresiasi bagi sekolah yang telah menjadi kawah candradimuka mereka.
Usai sesi napak tilas, rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju destinasi puncak di Sunset Road, Kawasan Wisata Pantai Ketang, Kalianda. Di sana, di antara deburan ombak dan siluet senja yang mempesona, para alumni akan larut dalam kehangatan suasana, merajut kembali memori yang sempat terpatri, sekaligus mendiskusikan gagasan strategis bagi kemajuan pariwisata Lampung Selatan.
Menabur Semangat, Menuai Inovasi
Kgs Dedi Miryanto, selaku alumnus sekaligus pembina PRIMAKOPAL (Primer Koperasi Pariwisata Lampung Selatan), memaknai pertemuan ini dengan kedalaman filosofis. “Tiada keindahan yang terwujud tanpa semangat dan ketulusan dalam suatu pertemuan,” tuturnya dengan penuh khidmat, Rabu (10/06/2026).
Lanjutnya, mewakili rekan-rekan alumni, Dedi mengungkapkan rasa bangga atas dedikasi setiap individu yang tak lupa pada akar tempat asal mereka tumbuh.
“Semangat untuk kembali ke tanah kelahiran ini adalah bentuk pengabdian nyata, di mana para alumni saling merajut dukungan untuk menciptakan inovasi dan motivasi yang berdampak bagi kemajuan daerah,” ujar KDM.
Perspektif Global dalam Balutan Kearifan Lokal
Sementara ituNyoman Adi, koordinator acara yang membawa pengalaman berkarier internasional, memandang Lampung Selatan sebagai permata yang siap dipoles. Baginya, reuni ini adalah momentum strategis untuk menanamkan perspektif pariwisata kelas dunia ke dalam kearifan lokal.
“Lampung Selatan memiliki pesona alam yang setara dengan destinasi dunia,” ujar Nyoman.
Ia menekankan bahwa sinergi antara standar pengelolaan profesional dan identitas budaya daerah adalah kunci utama agar Lampung Selatan mampu berdiri tegak di kancah global.
“Mengusung “Spirit of Krakatoa”
Pemilihan Kawasan Pantai Ketang sebagai lokasi perhelatan bukanlah kebetulan. Para alumni mengusung Spirit of Krakatoa—sebuah simbol ketangguhan, kemegahan, dan daya tarik yang mendunia—sebagai napas baru bagi pariwisata daerah. Dengan filosofi “Berbeda Kelas, Tetap Sahabat; Tak Pernah Sekelas, Tak Pernah Masalah”, komunitas ini meruntuhkan sekat-sekat perbedaan,” jelas Nyoman.
Dalam semangat “No One Superior”, setiap alumni merasa setara dan memiliki peran yang sama pentingnya.
Kebersamaan yang inklusif ini menjadi cerminan bagi masyarakat luas tentang bagaimana sinergi dapat membangun ekosistem pariwisata yang ramah, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
Tentang SPBA 92/95
SPBA 92/95 adalah paguyuban yang lahir dari persahabatan tulus sejak masa SMPN 01 (lulus 1992) hingga SMAN 01 (lulus 1995) di Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. Lebih dari sekadar komunitas alumni, SPBA 92/95 berkomitmen untuk menjaga tali persaudaraan sepanjang hayat serta menjadi garda depan dalam mendukung kemajuan sosial dan pariwisata di tanah kelahiran mereka.***












