SAMUDERA NEWS – Dunia maya digegerkan dengan video seorang pejabat Pemerintah Kabupaten Tanggamus yang asyik bermain game saat Bupati sedang menyampaikan amanat resmi, Jumat (19/12/2025). Video tersebut menyorot Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tanggamus, Beni, yang tengah fokus pada ponselnya memainkan game “Mobile Legend” di tengah rapat dan pidato penting Bupati, hingga memicu komentar luas dari masyarakat.
Kejadian ini terjadi saat rapat koordinasi resmi di lingkungan Pemkab Tanggamus, yang seharusnya menjadi momen semua pejabat fokus pada arahan dan program kerja daerah. Namun, tingkah laku Kepala Kesbangpol tersebut dinilai sebagai bentuk ketidakprofesionalan dan kurangnya etika pejabat publik. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan Beni asyik menatap layar ponsel, sementara para peserta rapat lainnya memperhatikan Bupati yang tengah menyampaikan pidatonya.
Seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya. “Itu pejabat yang tidak benar dan tidak bertanggung jawab. Masa Bupati masih menyampaikan pidato kepada para pejabat, malah dia main game. Kami atas nama masyarakat berharap pejabat seperti itu tidak lagi diberikan tugas pokok,” ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan kemarahan publik terhadap sikap pejabat yang seharusnya menjadi teladan dalam hal disiplin dan etika kerja.
Kejadian semacam ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tanggamus. Para pengamat menilai, profesionalisme pejabat publik tidak hanya dilihat dari capaian kerja, tetapi juga dari sikap dan konsistensi mereka dalam menghadiri rapat, mengikuti arahan pimpinan, dan menghargai waktu serta amanah yang diberikan. Ketidakdisiplinan seperti ini berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah.
Selain itu, video viral ini menimbulkan diskusi di media sosial tentang pentingnya pengawasan internal di lingkungan ASN. Warganet menyoroti perlunya mekanisme penegakan disiplin yang tegas agar kejadian serupa tidak terulang. Mereka berharap Pemkab Tanggamus mengambil tindakan preventif berupa pembinaan etika, disiplin, dan fokus kerja bagi seluruh pejabat agar menjadi contoh positif bagi masyarakat.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Pemkab Tanggamus terkait langkah yang akan diambil terhadap Kepala Kesbangpol tersebut. Namun, masyarakat berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pejabat untuk menegakkan etika, menghormati pimpinan, dan menjalankan tugas secara profesional dalam setiap kesempatan resmi.
“ASN harus menjadi teladan, bukan contoh buruk. Semua pejabat seharusnya fokus pada tugas dan amanat yang diberikan, bukan pada permainan pribadi,” tegas tokoh masyarakat tersebut, menekankan harapan agar budaya kerja profesional dapat ditegakkan di lingkungan pemerintahan Kabupaten Tanggamus.***












