• Redaksi
  • Tentang Kami
Sunday, September 13, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Berita

AS Tegang di Venezuela, Dunia Kritik Tindakan Trump

MeldabyMelda
04/01/2026
in Berita
AS Tegang di Venezuela, Dunia Kritik Tindakan Trump
ADVERTISEMENT

SAMUDERA NEWS— Ketegangan internasional meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, pada Sabtu malam WIB, 3 Januari 2026. Langkah ini langsung memicu reaksi keras dari berbagai negara, termasuk Rusia dan China, yang mengecam tindakan AS sebagai pelanggaran berat hukum internasional dan kedaulatan Venezuela.

Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil, sebelumnya menyatakan bahwa pemerintahnya mengecam agresi militer terbuka AS. Presiden Maduro juga disebut telah mengaktifkan sistem pertahanan menyeluruh untuk menghadapi ancaman tersebut.

Kecaman dari Negara Adidaya

Rusia menilai operasi penangkapan ini sebagai pelanggaran serius yang dapat menciptakan preseden buruk bagi stabilitas politik global. Sementara itu, China melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa tindakan AS melanggar hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

BeritaLainnya

Kakanwil Ditjenpas Lampung Ingatkan Jajaran Lapas Gunung Sugih: Integritas Tak Boleh Ditawar

Rudi Santoso Temukan Benda Terakota di Situs 30 Hektare, Diduga Peninggalan Zaman Neolitikum

“China sangat terkejut dan dengan tegas mengutuk penggunaan kekuatan terang-terangan oleh AS terhadap negara berdaulat serta tindakan terhadap presidennya,” ujar juru bicara tersebut, dikutip dari Anadolu Agency. “Tindakan hegemonik AS semacam ini mengancam perdamaian dan keamanan di kawasan Amerika Latin dan Karibia.”

Kecaman juga datang dari Korea Utara, yang meluncurkan dua rudal balistik ke Laut Korea-Jepang pada Minggu, 1 Januari 2025. Meski belum jelas apakah peluncuran ini terkait langsung dengan penangkapan Maduro atau respons terhadap kunjungan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung ke Beijing, aksi tersebut memperlihatkan meningkatnya ketegangan regional bersamaan dengan operasi militer AS.

ADVERTISEMENT

Isu Minyak Jadi Sorotan

Di tengah krisis ini, isu minyak muncul sebagai motif utama operasi AS. Anggota Kongres Partai Demokrat, Jase Auchincloss, menegaskan bahwa penangkapan Maduro berkaitan dengan cadangan minyak Venezuela, bukan perdagangan narkoba.

“Ini pertumpahan darah demi minyak, tidak berhubungan perdagangan narkoba. Fentanyl yang berasal dari China, bukan kokain, yang membunuh orang Amerika,” kata Auchincloss, dikutip CNN. Ia menambahkan, janji kampanye Trump terkait perusahaan minyak AS yang beroperasi di Venezuela, seperti Chevron, menjadi faktor pendorong.

Trump mengonfirmasi bahwa AS kini mengambil alih cadangan minyak besar Venezuela dan merekrut perusahaan-perusahaan AS untuk membangun kembali industri minyak yang hancur. “Kita akan meminta perusahaan-perusahaan minyak terbesar dunia untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, dan mulai menghasilkan uang untuk negara ini,” ujarnya, dikutip NY Times.

Dampak Global dan Stabilitas Regional

Langkah AS ini memicu kekhawatiran atas destabilitas politik Amerika Latin dan potensi eskalasi ketegangan internasional. Beberapa analis menyoroti bahwa pengambilalihan sumber daya strategis oleh negara adidaya dapat memperburuk ketegangan ekonomi dan politik global, sekaligus memicu respon militer dari negara-negara yang menentang intervensi AS.

Sementara itu, masyarakat internasional menantikan langkah diplomasi PBB dan tanggapan lebih lanjut dari komunitas global terkait legitimasi operasi militer AS di Venezuela.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Donald TrumpHukum internasionalIsu minyak globalKeamanan regional Amerika LatinNicolás MaduroRusia-China kecam ASVenezuela krisis politik
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

Arus Penyeberangan Bakauheni Merak Lancar Saat Nataru

Next Post

Arus Balik Sumatera-Jawa Nataru 2025/2026 Terpantau Stabil

Related Posts

Kakanwil Ditjenpas Lampung Ingatkan Jajaran Lapas Gunung Sugih: Integritas Tak Boleh Ditawar
Berita

Kakanwil Ditjenpas Lampung Ingatkan Jajaran Lapas Gunung Sugih: Integritas Tak Boleh Ditawar

13/09/2026
Rudi Santoso Temukan Benda Terakota di Situs 30 Hektare, Diduga Peninggalan Zaman Neolitikum
Berita

Rudi Santoso Temukan Benda Terakota di Situs 30 Hektare, Diduga Peninggalan Zaman Neolitikum

13/09/2026
Warga Banjarejo Puluhan Tahun Naik Rakit, Pemerintah Belum Juga Bangun Jembatan
Berita

Warga Banjarejo Puluhan Tahun Naik Rakit, Pemerintah Belum Juga Bangun Jembatan

13/09/2026
Proyek Rp850 Miliar di Way Kambas Capai 82 Persen, Warga Minta Jalan ke Sawah Tetap Dibuka
Berita

Proyek Rp850 Miliar di Way Kambas Capai 82 Persen, Warga Minta Jalan ke Sawah Tetap Dibuka

13/09/2026
Memohon Rahmat Allah, Warga Sukarame Khusyuk Laksanakan Sholat Istisqo
Berita

Memohon Rahmat Allah, Warga Sukarame Khusyuk Laksanakan Sholat Istisqo

13/09/2026
Himatra Laporkan RM Sambel Seruit Bu Lin ke DPRD, Tiga Persoalan Jadi Sorotan
Berita

Himatra Laporkan RM Sambel Seruit Bu Lin ke DPRD, Tiga Persoalan Jadi Sorotan

13/09/2026
Next Post
Arus Balik Sumatera-Jawa Nataru 2025/2026 Terpantau Stabil

Arus Balik Sumatera-Jawa Nataru 2025/2026 Terpantau Stabil

Jose Mourinho di Benfica: Musim Krusial untuk Juara

Jose Mourinho di Benfica: Musim Krusial untuk Juara

Redaksi Ajukan Permohonan Data Kapitasi BPJS Bandar Lampung

Redaksi Ajukan Permohonan Data Kapitasi BPJS Bandar Lampung

Innova Tabrak Tiang Listrik, Polisi Tewas di Bandar Lampung

Innova Tabrak Tiang Listrik, Polisi Tewas di Bandar Lampung

PKPU sebagai Instrumen Penyelamatan Usaha Nasional

PKPU sebagai Instrumen Penyelamatan Usaha Nasional

Berita Terkini

  • Kakanwil Ditjenpas Lampung Ingatkan Jajaran Lapas Gunung Sugih: Integritas Tak Boleh Ditawar
  • Rudi Santoso Temukan Benda Terakota di Situs 30 Hektare, Diduga Peninggalan Zaman Neolitikum
  • Warga Banjarejo Puluhan Tahun Naik Rakit, Pemerintah Belum Juga Bangun Jembatan
  • Proyek Rp850 Miliar di Way Kambas Capai 82 Persen, Warga Minta Jalan ke Sawah Tetap Dibuka
  • Memohon Rahmat Allah, Warga Sukarame Khusyuk Laksanakan Sholat Istisqo

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In