SAMUDERA NEWS – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lampung Selatan mengadakan Media Gathering pada Jumat, 24 Januari 2025, dengan tema “Expose Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2024 di Kabupaten Lampung Selatan kepada Media.” Acara ini berlangsung di D’ Sas Cafe dan Resto Kalianda, Lampung Selatan, dan dihadiri oleh ratusan insan pers setempat.
Dalam kegiatan tersebut, Komisioner Bawaslu Lampung Selatan yang juga Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi, Arif Sulaiman, membuka acara dan mewakili Ketua Bawaslu Lampung Selatan, Wazzaki. Dalam sambutannya, Arif menekankan pentingnya peran media dalam mensukseskan Pilkada 2024. Ia menyebutkan bahwa keberhasilan pelaksanaan Pilkada Gubernur, Wakil Gubernur, serta Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan tidak lepas dari kerjasama berbagai pihak, termasuk media.
“Pilkada berjalan aman, lancar, dan sukses berkat kolaborasi semua pihak, mulai dari instansi terkait, tokoh masyarakat, agama, adat, hingga peran aktif media yang memberikan informasi edukatif kepada masyarakat,” ujarnya.
Arif juga mengungkapkan, selama tahapan Pilkada, Bawaslu Lampung Selatan berhasil melakukan hampir 480 tindakan pencegahan, yang melibatkan pejabat seperti Kepala Desa dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjaga netralitas dan menghindari politik praktis.
“Dalam pelaksanaan Pilkada, kami menerima 17 laporan dari Polres Lampung Selatan dan berhasil menangani sekitar 10 laporan terkait partisipasi masyarakat,” tambah Arif.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan dari dua narasumber, Iptu Wariki, Kasubag Ops Polres Lampung Selatan, dan Rio Dwi Putra, S.H., perwakilan dari Kejari Lampung Selatan. Sesi tanya jawab bersama awak media turut menyemarakkan kegiatan ini, memperkuat sinergi antara Bawaslu, aparat keamanan, dan media dalam menyukseskan Pilkada yang lebih transparan dan demokratis.
Dengan diadakannya media gathering ini, diharapkan kedepannya pelaksanaan Pilkada di Lampung Selatan bisa semakin baik dan melibatkan lebih banyak pihak untuk menjaga kualitas demokrasi.***












