• Redaksi
  • Tentang Kami
Tuesday, May 12, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Berita

Benang Kusut Korupsi Lampung Tengah: Mengapa Tiga Bupati Tumbang dalam Pola yang Sama?

MeldabyMelda
12/12/2025
in Berita
Benang Kusut Korupsi Lampung Tengah: Mengapa Tiga Bupati Tumbang dalam Pola yang Sama?
ADVERTISEMENT

SAMUDERA NEWS- Lampung Tengah kembali menjadi sorotan nasional. Deretan kasus korupsi yang menumbangkan tiga bupati dalam rentang lebih dari satu dekade mengungkap adanya pola gelap yang terus berulang. Dari Andi Achmad Sampurna Jaya, Mustafa, hingga Ardito Wijaya, semuanya tumbang oleh modus penyalahgunaan kekuasaan yang berbeda-beda namun memiliki akar masalah yang sama: lingkaran setan korupsi yang belum pernah benar-benar diputus.

Fenomena ini menunjukkan bahwa Lampung Tengah tidak sekadar menghadapi perilaku menyimpang tiga individu, tetapi berhadapan dengan sistem pemerintahan yang selama bertahun-tahun dibiarkan menjadi ladang subur praktik suap, gratifikasi, dan kebocoran anggaran.

Andi Achmad: Skandal Bank Tripanca yang Mengguncang Daerah
Kasus pertama yang menampar wajah Lampung Tengah terjadi pada 2008 ketika Andi Achmad Sampurna Jaya terjerat skandal korupsi pemindahan dana pemerintah daerah dari Bank Lampung ke BPR Tripanca Setiadana. Nilai kerugian negara mencapai 28 miliar rupiah. Keputusan memindahkan dana ke bank yang kemudian pailit ini diduga sarat kepentingan pribadi dan manipulasi kekuasaan.

BeritaLainnya

Hukuman Penjara vs Denda: Memahami Konsekuensi Hukum Pidana

Polemik Lahan KDMP Kandang Besi, Masyarakat Negara Batin Desak Pemerintah Bertindak

Ia sempat melarikan diri selama tiga pekan sebelum akhirnya ditangkap di Bandar Lampung. Skandal ini membuka mata publik bahwa sistem pengawasan keuangan daerah sangat longgar dan mudah dimanipulasi oleh pejabat yang memiliki akses penuh terhadap anggaran.

Mustafa: Janji Reformasi Birokrasi yang Berakhir di Ruang Sidang
Publik sempat berharap banyak ketika Mustafa menjabat sebagai Bupati Lampung Tengah pada 2016. Ia dikenal tegas, progresif, dan sering menyuarakan reformasi birokrasi. Namun kemenangan politiknya justru membawa petaka bagi dirinya sendiri.

ADVERTISEMENT

Pada 2018, KPK menangkap Mustafa karena kasus suap terkait persetujuan pinjaman daerah dan fee proyek. Terungkap bahwa ia menerima lebih dari 50 miliar rupiah dari berbagai pihak. Praktik setoran berjenjang kembali muncul: kepala dinas, kontraktor, hingga makelar proyek terlibat dalam jaringan korupsi yang terstruktur.

Kasus Mustafa memperjelas bahwa pola korupsi di Lampung Tengah bukanlah kecelakaan, tetapi budaya yang diwariskan dari satu periode ke periode berikutnya tanpa pernah dibongkar tuntas.

Ardito Wijaya: OTT Terbaru yang Menoreh Luka Baru Lampung Tengah
Belum genap satu tahun menjabat, Ardito Wijaya harus meninggalkan jabatannya setelah terjaring operasi tangkap tangan KPK pada 10 Desember 2025. Ia dan empat orang lainnya diduga terlibat suap dan gratifikasi senilai total 5,75 miliar rupiah.

Beberapa nama yang ditetapkan sebagai tersangka:

• Ardito Wijaya (Bupati Lampung Tengah)
• Riki Hendra Saputra (anggota DPRD Lampung Tengah)
• Ranu Hari Prasetyo (adik Bupati)
• Anton Wibowo (Plt. Kepala Bapenda)
• Mohamad Lukman Sjamsuri (swasta)

KPK menduga Ardito meminta fee 15%–20% dari sejumlah proyek strategis. Dana suap disebut mengalir untuk menutup biaya operasional bupati hingga melunasi pinjaman kampanye. Skema ini menunjukkan bahwa lingkaran kekuasaan yang digunakan untuk mengatur proyek dan menguras uang negara kembali berjalan seperti mesin yang tidak pernah benar-benar berhenti.

Pukulan ini terasa lebih keras karena terjadi di tengah kondisi Lampung yang sedang menghadapi bencana banjir bandang di beberapa wilayah. Publik menilai bahwa pejabat seharusnya fokus pada penanganan bencana, bukan memperkaya diri.

Mengapa Korupsi Lampung Tengah Terus Berulang?
Fenomena “tiga bupati tumbang dalam tiga era berbeda” menunjukkan adanya persoalan struktural yang lebih dalam. Beberapa indikator utama:

1. Pengawasan internal pemerintah daerah lemah.
2. Budaya suap proyek telah menjadi praktik turun-temurun.
3. Keterlibatan aktor politik lintas dinasti dan kerabat.
4. Minimnya reformasi birokrasi yang konsisten.
5. Sistem politik lokal masih didominasi biaya politik yang sangat mahal.

Ketika sistem tidak berubah, pergantian pemimpin hanya mengganti wajah, bukan menghentikan perilaku.

Saat ini publik Lampung Tengah menunggu langkah KPK untuk memastikan kasus Ardito tidak berhenti pada lima tersangka saja. Banyak dugaan yang menyebut bahwa jaringan korupsi di daerah ini melibatkan lingkaran yang lebih luas daripada yang terlihat.

Kisah tiga bupati yang tumbang ini bukan lagi peringatan, tetapi alarm keras bahwa Lampung Tengah sedang menghadapi krisis tata kelola yang mengakar. Tanpa reformasi menyeluruh, bukan tidak mungkin bupati berikutnya akan menjadi babak baru dalam lingkaran setan yang sama.***

Source: WAHYU WIDODO
Tags: fee proyek pemerintahinvestigasi Lampung Tengahjaringan korupsi daerahkasus Andi Achmadkasus Mustafakorupsi Lampung TengahOTT KPK Ardito WijayaSkandal Politik Lampung
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

Drama Baru Kasus Korupsi Gerbang Rumah Jabatan Lamtim: BL Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Semua Nama!

Next Post

Mampukah Komang Koheri Menyelamatkan Lampung Tengah dari Krisis Kepemimpinan dan Korupsi yang Menggurita?

Related Posts

Hukuman Penjara vs Denda: Memahami Konsekuensi Hukum Pidana
Berita

Hukuman Penjara vs Denda: Memahami Konsekuensi Hukum Pidana

12/05/2026
Polemik Lahan KDMP Kandang Besi, Masyarakat Negara Batin Desak Pemerintah Bertindak
Berita

Polemik Lahan KDMP Kandang Besi, Masyarakat Negara Batin Desak Pemerintah Bertindak

11/05/2026
28 Tim Meriahkan Kapolres Cup 2026 di Lampung Selatan
Berita

28 Tim Meriahkan Kapolres Cup 2026 di Lampung Selatan

11/05/2026
Lampung Selatan Tampilkan Praktik Baik Pembangunan Desa ke Delegasi Timor Leste
Berita

Lampung Selatan Tampilkan Praktik Baik Pembangunan Desa ke Delegasi Timor Leste

11/05/2026
Pangdam Bantah Pelaku Love Scamming Adalah Prajurit TNI Aktif
Berita

Pangdam Bantah Pelaku Love Scamming Adalah Prajurit TNI Aktif

11/05/2026
Tokoh Agama dan Masyarakat Dukung Penguatan Kamtibmas di Lampung Selatan
Berita

Tokoh Agama dan Masyarakat Dukung Penguatan Kamtibmas di Lampung Selatan

11/05/2026
Next Post
Mampukah Komang Koheri Menyelamatkan Lampung Tengah dari Krisis Kepemimpinan dan Korupsi yang Menggurita?

Mampukah Komang Koheri Menyelamatkan Lampung Tengah dari Krisis Kepemimpinan dan Korupsi yang Menggurita?

Zona Inti Way Kambas Terancam Hilang? Dugaan Jual Beli Lahan Asing dan Manuver Baru TNWK Picu Gejolak Publik

Zona Inti Way Kambas Terancam Hilang? Dugaan Jual Beli Lahan Asing dan Manuver Baru TNWK Picu Gejolak Publik

Silaturahmi Strategis Ketum PPWI dengan Wakil Ketua DPR RI: Soroti Ganti Rugi Lahan dan Kasus Lansia di Tangerang

Silaturahmi Strategis Ketum PPWI dengan Wakil Ketua DPR RI: Soroti Ganti Rugi Lahan dan Kasus Lansia di Tangerang

Tragis! Anak 12 Tahun Meninggal Usai Kegiatan Pramuka di Pringsewu, Publik Geram di Media Sosial

Tragis! Anak 12 Tahun Meninggal Usai Kegiatan Pramuka di Pringsewu, Publik Geram di Media Sosial

ASDP Bakauheni Siapkan Strategi Jitu Hadapi Lonjakan Penumpang Nataru 2025/2026

ASDP Bakauheni Siapkan Strategi Jitu Hadapi Lonjakan Penumpang Nataru 2025/2026

Berita Terkini

  • Hukuman Penjara vs Denda: Memahami Konsekuensi Hukum Pidana
  • Polemik Lahan KDMP Kandang Besi, Masyarakat Negara Batin Desak Pemerintah Bertindak
  • 28 Tim Meriahkan Kapolres Cup 2026 di Lampung Selatan
  • Lampung Selatan Tampilkan Praktik Baik Pembangunan Desa ke Delegasi Timor Leste
  • Pangdam Bantah Pelaku Love Scamming Adalah Prajurit TNI Aktif

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In