• Redaksi
  • Tentang Kami
Sunday, July 12, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Berita

Dari “Asal Bapak Senang” hingga Moralitas Panggung: Potret Indonesia Hari Ini

MeldabyMelda
25/05/2026
in Berita
Dari “Asal Bapak Senang” hingga Moralitas Panggung: Potret Indonesia Hari Ini
ADVERTISEMENT

Oleh: Kiagus Bambang Utoyo

SAMUDERA NEWS- Indonesia mungkin menjadi salah satu negara yang paling rajin berbicara soal moral. Mulai dari ceramah agama, seminar integritas, pidato pejabat, hingga unggahan media sosial, hampir setiap hari masyarakat dijejali nasihat tentang kejujuran, amanah, dan etika.

Namun ironinya, semakin sering moral dibicarakan, semakin sulit pula menemukan praktik kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.

Fenomena inilah yang pernah dikritik tajam oleh sastrawan dan jurnalis legendaris Indonesia, Mochtar Lubis, melalui ceramah terkenalnya berjudul Manusia Indonesia pada 1977.

BeritaLainnya

Tindak Pidana Korupsi Dana Publik: Proses dan Hukuman

Kasus Cyberbullying: Hak dan Perlindungan Hukum Korban

Dalam pandangannya, salah satu watak paling menonjol manusia Indonesia adalah hipokrisi atau kemunafikan sosial. Sederhananya: lain di depan, lain di belakang.

Kritik tersebut terasa tetap relevan hingga hari ini.

ADVERTISEMENT

Di ruang publik, bangsa ini begitu gemar membicarakan integritas. Tetapi dalam praktiknya, budaya menyenangkan atasan, menjaga citra, dan menghindari konflik sering kali lebih dominan dibanding keberanian menyampaikan kebenaran.

Fenomena itu terlihat mulai dari birokrasi, politik, hingga kehidupan sosial sehari-hari.

Budaya “asal bapak senang” masih hidup dalam berbagai bentuk modern. Bedanya, jika dulu feodalisme hadir lewat singgasana dan kekuasaan kerajaan, kini ia hadir melalui ruang rapat, grup WhatsApp kantor, hingga presentasi formal dengan istilah-istilah seperti “sinergi”, “optimalisasi”, dan “penguatan”.

Akibatnya, banyak orang lebih sibuk menjaga suasana tetap nyaman dibanding menyampaikan realitas yang sebenarnya.

Kritik dianggap mengganggu harmoni. Kejujuran dinilai terlalu kasar. Sementara kemampuan menjaga citra justru dipuji sebagai kedewasaan sosial.

Dalam konteks modern, kondisi tersebut melahirkan apa yang kini dikenal sebagai performative morality atau moralitas pertunjukan.

Kejujuran menjadi slogan. Integritas berubah menjadi dekorasi seminar. Kesederhanaan dijadikan konten media sosial.

Yang penting terlihat baik di depan publik, meskipun praktik di belakang layar belum tentu sejalan.

Ironisnya, masyarakat sering kali menyadari kepalsuan itu, tetapi tetap ikut memainkan perannya demi bertahan hidup dalam sistem sosial yang sudah terbentuk lama.

Di depan memuji, di belakang mengeluh.

Di ruang rapat semua tampak sepakat, tetapi setelah rapat selesai, kritik baru muncul di warung kopi atau obrolan pribadi.

Menurut tulisan Kiagus Bambang Utoyo, kondisi tersebut tidak sepenuhnya lahir karena masyarakat Indonesia buruk secara moral. Sebagian berasal dari budaya yang menjunjung harmoni sosial dan menghindari konflik terbuka.

Namun masalah muncul ketika budaya sopan santun berubah menjadi budaya menutup-nutupi.

Ketika kesopanan dipakai untuk melindungi kepalsuan, maka kejujuran perlahan dianggap ancaman.

Akibatnya, orang yang terlalu jujur justru sering dicap tidak etis, tidak memahami budaya, atau dianggap belum matang secara sosial.

Padahal, bangsa tidak akan benar-benar maju jika kejujuran terus dikalahkan oleh kepentingan menjaga citra.

Tulisan ini mengingatkan bahwa persoalan terbesar Indonesia mungkin bukan karena terlalu banyak orang jahat, melainkan terlalu banyak orang baik yang terlalu lama belajar berpura-pura demi bertahan hidup.

Karena ketika kepalsuan dilakukan sendirian, ia disebut dusta.

Namun ketika dipraktikkan bersama-sama dalam waktu lama, ia perlahan berubah menjadi budaya sosial yang dianggap normal.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Budaya Asal Bapak SenangBudaya FeodalismeHipokrisi SosialIntegritasKiagus Bambang UtoyoKritik SosialManusia IndonesiaMochtar LubisMoralitas IndonesiaOpini Indonesia
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

Gedung MPP hingga Gedung Kaca Terbengkalai, Aktivis Minta Kejagung Turun Tangan

Next Post

Program 15 Akselerasi, Imipas Hadirkan Bantuan Sosial bagi Tahanan Lapas Kalianda

Related Posts

Tindak Pidana Korupsi Dana Publik: Proses dan Hukuman
Berita

Tindak Pidana Korupsi Dana Publik: Proses dan Hukuman

12/07/2026
Kasus Cyberbullying: Hak dan Perlindungan Hukum Korban
Berita

Kasus Cyberbullying: Hak dan Perlindungan Hukum Korban

11/07/2026
Modus Baru Pengiriman Senjata Api Terungkap, Paket Travel Tujuan Jawa Digagalkan di Bakauheni
Berita

Modus Baru Pengiriman Senjata Api Terungkap, Paket Travel Tujuan Jawa Digagalkan di Bakauheni

10/07/2026
Dugaan Korupsi Batu Bara Pemicu Blackout Sumatera, LSM PRO RAKYAT: Jangan Ada Aktor yang Lolos
Berita

Dugaan Korupsi Batu Bara Pemicu Blackout Sumatera, LSM PRO RAKYAT: Jangan Ada Aktor yang Lolos

10/07/2026
Ketua Umum GANNAS Soroti Penggeledahan Kasus Korupsi, Minta Polri dan Kejaksaan Bersinergi
Berita

Ketua Umum GANNAS Soroti Penggeledahan Kasus Korupsi, Minta Polri dan Kejaksaan Bersinergi

10/07/2026
Menteri ATR/BPN: Lahan Non-LP2B Tetap Tidak Bisa Dialihfungsikan Sembarangan
Berita

Menteri ATR/BPN: Lahan Non-LP2B Tetap Tidak Bisa Dialihfungsikan Sembarangan

10/07/2026
Next Post
Program 15 Akselerasi, Imipas Hadirkan Bantuan Sosial bagi Tahanan Lapas Kalianda

Program 15 Akselerasi, Imipas Hadirkan Bantuan Sosial bagi Tahanan Lapas Kalianda

Panduan Lengkap Mengurus Warisan Agar Aman Secara Hukum

Panduan Lengkap Mengurus Warisan Agar Aman Secara Hukum

Komplotan Curanmor di Candipuro Dibekuk, Polisi Amankan Tiga Tersangka

Komplotan Curanmor di Candipuro Dibekuk, Polisi Amankan Tiga Tersangka

Bupati Pringsewu Apresiasi Investasi AM Farm di Sektor Peternakan dan RPH

Bupati Pringsewu Apresiasi Investasi AM Farm di Sektor Peternakan dan RPH

Samsat Pringsewu Paparkan Kebijakan Baru Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2026

Samsat Pringsewu Paparkan Kebijakan Baru Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2026

Berita Terkini

  • Tindak Pidana Korupsi Dana Publik: Proses dan Hukuman
  • Warum sind Auszahlungsbedingungen bei Buchmachern ohne Oasis entscheidend?
  • Kasus Cyberbullying: Hak dan Perlindungan Hukum Korban
  • Muhammad Alfariezie Dipuji Lewat Perspektif Juan Carlos Abril, Puisi Sederhana dengan Makna Mendalam
  • Modus Baru Pengiriman Senjata Api Terungkap, Paket Travel Tujuan Jawa Digagalkan di Bakauheni

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In