SAMUDERA NEWS — Sebagai bagian dari upaya mendukung sektor pariwisata, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung melakukan perawatan dan pemeliharaan terhadap 29 jembatan yang menghubungkan wilayah pesisir di Bandar Lampung, Pesawaran, dan Pringsewu. Program ini bertujuan mempercantik infrastruktur yang vital bagi akses masyarakat dan pariwisata.
Ahmad Barden Mogni, Kepala UPTD I Dinas BMBK Provinsi Lampung, menjelaskan bahwa 29 jembatan tersebut telah mendapatkan sentuhan perawatan agar tampak lebih bersih dan nyaman dilalui, terutama pada malam hari. “Peningkatan penampilan jembatan ini diharapkan memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan pengendara, serta memperkuat akses wisata pesisir,” ungkapnya pada Kamis, 21 November 2024.
Dalam proses perawatan ini, tim Dinas BMBK melibatkan pekerja lapangan, termasuk warga setempat, untuk melakukan pengecatan ulang dan pembersihan rumput di permukaan jembatan. Upaya ini bertujuan untuk menjaga agar struktur dan railing besi jembatan tetap terawat dan tidak mudah rusak. “Kami juga memastikan adanya perbaikan langsung jika ditemukan kerusakan pada badan jembatan,” tambah Barden.
Barden menekankan pentingnya pemeliharaan rutin terhadap jembatan yang menjadi akses utama antar wilayah. “Pemeliharaan dilakukan setiap tahun, mulai dari pengecekan kondisi hingga perawatan fisik jembatan, untuk memastikan keberlanjutan fungsi dan keamanannya,” jelasnya.
Tahun 2024, BMBK Provinsi Lampung mengutamakan perawatan terhadap 29 jembatan di kawasan Bandar Lampung, Pesawaran, dan Pringsewu. Sebanyak 13 titik berada di Kabupaten Pesawaran, dengan lokasi strategis seperti jembatan Way Semah dan Way Padang Ratu yang menghubungkan beberapa kecamatan di wilayah pesisir. Sementara itu, 12 titik lainnya tersebar di Kabupaten Pringsewu dan 4 titik di Bandar Lampung.
Selain mempercantik, perawatan jembatan ini diharapkan dapat memperlancar arus transportasi masyarakat dan wisatawan yang melintasi kawasan pesisir, sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata yang terus berkembang di Lampung.***












