SAMUDERA NEWS – Dalam rangka memperingati Hari Thalasemia Sedunia, Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Relawan Donor Darah (RDD) Kabupaten Lampung Utara sukses menyelenggarakan kegiatan donor darah dan seminar umum bertema “Menyatukan Komunitas, Memprioritaskan Pasien” pada Selasa, 27 Mei 2025, di Gedung Pusiban Agung, Jalan Etshiko Siomi.
Kegiatan ini tak hanya berhasil mengedukasi masyarakat soal thalasemia, tetapi juga menghasilkan 288 kantong darah dari para pendonor yang hadir. Jumlah tersebut menjadi bukti nyata kepedulian warga Lampung Utara terhadap para penderita thalasemia, khususnya anak-anak.
Ketua Yayasan Relawan Donor Darah Lampung Utara, Salim, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan meningkatkan pemahaman publik mengenai thalasemia, serta menumbuhkan semangat sosial masyarakat untuk rutin mendonorkan darah.
“Kami hanya menjadi fasilitator antara para penyandang thalasemia dan orang tuanya. Harapan kami, masyarakat terus peduli dan aktif berdonor darah karena sangat membantu nyawa anak-anak thalasemia,” ujar Salim.
Seminar yang dipandu oleh dr. Aditya, M. Biomed, seorang dokter spesialis darah dari UPTD Labkesda Provinsi Lampung, berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Ia menjelaskan bahwa thalasemia merupakan penyakit kelainan darah bersifat genetik yang diwariskan dari orang tua kepada anak.
“Penanganan thalasemia tidak hanya soal medis, tetapi juga pendekatan holistik yang berpusat pada pasien, kolaborasi komunitas, dan perhatian penuh terhadap kualitas hidup mereka,” jelas dr. Aditya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalasemia Indonesia (POTI), Erna, yang merupakan orang tua dari anak thalasemia. Ia menyambut positif seminar ini dan mengapresiasi partisipasi masyarakat.
“Kami merasa mendapat angin segar. Seminar ini sangat bermanfaat dan membantu kami sebagai orang tua memahami kondisi anak kami secara lebih utuh. Donor darah yang diberikan hari ini sungguh berarti bagi anak-anak kami,” ungkap Erna.
PMI dan RDD Lampung Utara berkomitmen akan terus mengadakan kegiatan serupa demi mendukung penyintas thalasemia dan membangun budaya donor darah yang berkelanjutan di masyarakat.***












