SAMUDERA NEWS— Pemerintah Desa Bunut, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, kembali menggelar Gebyar Anak Soleh dalam rangka memperingati 10 Muharram 1447 H, Senin (21/7/2025). Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang diharapkan mampu mencetak generasi emas—cerdas, berakhlak, dan peduli sosial.
Kepala Desa Bunut, Bayu Piska Mahendra, menyatakan bahwa peringatan 10 Muharram bukan hanya seremoni keagamaan, melainkan momentum strategis untuk membentuk karakter anak-anak sejak dini.
“Kita ingin anak-anak tumbuh dengan bekal akhlak mulia dan keterampilan yang relevan di era modern. Bukan hanya cerdas akademis, tetapi juga memiliki empati dan jiwa sosial tinggi,” ujar Bayu.
Pada gelaran tahun kedua ini, berbagai lomba digelar seperti hafalan Al-Qur’an, adzan, dan qori, yang diikuti oleh 60 peserta dari kalangan anak-anak dan remaja desa. Salah satu sorotan dalam kegiatan ini adalah prestasi Husnur Rafid dari RT 03 Dusun Cibalong, yang berhasil menjadi juara pertama lomba qori.
Tak hanya ajang unjuk bakat, kegiatan ini juga dibarengi dengan aksi sosial berupa santunan kepada anak-anak yatim, sebagai bentuk kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi sarana menanamkan nilai kebersamaan dan solidaritas. Anak-anak juga bisa merasa bangga dan termotivasi untuk terus belajar, khususnya di bidang agama,” tambah Bayu.
Bayu menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Desa Bunut yang diketuai Ustaz Marzuk Sofian, hingga warga desa yang ikut berpartisipasi menyukseskan acara ini.
“Semoga kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk menyebarkan semangat keagamaan dan sosial, sekaligus memperkuat pondasi moral anak-anak kita,” pungkasnya.
Gebyar 10 Muharram Desa Bunut tak hanya memperingati hari besar Islam, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang unggul dalam nilai dan tindakan.***












