SAMUDERA NEWS– Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, secara resmi membuka Erlangga–JPPPM Edu-Day 2025, sebuah kolaborasi antara Penerbit Erlangga dan Jam’iyyah Perempuan Pengasuh Pesantren dan Mubaligoh (JPPPM) Provinsi Lampung. Acara digelar di Ballroom Hotel Novotel, Bandar Lampung, pada Selasa (6/5/2025).
Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menyoroti tantangan serius dalam dunia pendidikan, khususnya tingginya angka putus sekolah. Berdasarkan data yang ia paparkan, 38 persen siswa SMP tidak melanjutkan ke jenjang SMA, sementara hanya 20 persen lulusan SMA yang berkesempatan melanjutkan ke perguruan tinggi.
“Jika lebih dari 400 ribu anak usia sekolah tidak belajar, maka masa depan generasi kita benar-benar dalam bahaya. Di sinilah pesantren hadir sebagai solusi alternatif yang sangat nyata,” tegas Mirza.
Gubernur menekankan bahwa selama dua dekade terakhir, pesantren telah menjadi penopang pendidikan informal, membantu negara dalam menyerap puluhan ribu anak yang putus sekolah.
“Bayangkan, sekitar 80 ribu anak setiap tahun bisa menjadi beban negara, namun ditampung oleh pesantren. Ini kontribusi luar biasa yang tak bisa diabaikan,” tambahnya.
Lebih dari sekadar institusi pendidikan keagamaan, pesantren kini juga menunjukkan potensi besar sebagai motor kemandirian ekonomi. Mirza mengapresiasi berbagai inisiatif pesantren dalam mengembangkan sektor pertanian, perdagangan, dan koperasi.
“Saya dorong pesantren aktif dalam program Koperasi Merah Putih. Pemerintah Provinsi Lampung siap mendukung dan menjembatani kolaborasi dengan dunia usaha,” katanya.
Perwakilan Erlangga Cabang Lampung, Linggom Napitupulu, menyatakan bahwa Edu-Day merupakan bentuk dukungan konkret untuk meningkatkan kapasitas pesantren. “Kami ingin menciptakan generasi muda yang cerdas, berakhlak, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua JPPPM Lampung, Heni Insiah Bukhori, menegaskan bahwa Edu-Day adalah agenda tahunan untuk memperkuat peran pengasuh pesantren melalui pelatihan dan program pengembangan.
“Dukungan pemerintah sangat vital. Ini yang menjadikan program kami berkelanjutan dan tepat sasaran,” kata Heni.
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Erlangga dan JPPPM Lampung sebagai bentuk komitmen bersama dalam memajukan pendidikan pesantren yang terintegrasi dan adaptif terhadap tantangan zaman.***












