SAMUDERA NEWS — Menyambut pelaksanaan debat publik pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada 2025, Polda Lampung melakukan langkah proaktif dengan menggelar Risk Assessment di lokasi yang direncanakan menjadi tempat debat, Hotel Emersia, Kota Bandar Lampung.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut atas Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 20PHPU.PUP-SXIII/2025, yang menetapkan pelaksanaan PSU di Kabupaten Pesawaran, serta Surat KPU Pesawaran Nomor 370/RT.09-SD/1809/2025 terkait jadwal dan teknis pelaksanaan risk assessment.
Dirpamobvit Polda Lampung, Kombes Pol. Bryan Benteng, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan masukan kepada penyelenggara, termasuk KPU, Bawaslu, dan Polres Pesawaran, agar dapat mempersiapkan skenario pengamanan secara matang.
“Risk assessment ini penting untuk memetakan potensi kerawanan dan memastikan sarana serta prasarana pengamanan benar-benar siap. Kita ingin debat berjalan aman dan kondusif,” ujarnya.
Benteng menambahkan, ada enam aspek utama yang menjadi fokus dalam penilaian lokasi debat:
- Aspek Infrastruktur: mencakup standar keamanan, jalur evakuasi, akses masuk-keluar, lokasi parkir, dan ruang debat.
- Aspek Kesehatan: kesiapan layanan medis darurat dan fasilitas penanganan cepat.
- Aspek Risiko Keamanan: berdasarkan evaluasi dari pelaksanaan debat sebelumnya.
- Aspek Keamanan: sistem pengamanan personel dan teknis di lokasi.
- Aspek Keselamatan: SOP bagi panitia, termasuk simulasi penanganan situasi darurat.
- Aspek Media Informasi: kelayakan sarana penyampaian informasi kepada publik dan media.
“Semua aspek ini harus terpenuhi agar pelaksanaan debat benar-benar siap, bukan hanya dari segi teknis acara, tetapi juga dari sisi mitigasi risiko,” imbuhnya.
Kombes Benteng juga menegaskan bahwa Polda Lampung akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor untuk memastikan semua potensi gangguan bisa diantisipasi sejak dini.
Pelaksanaan debat publik ini menjadi momen penting dalam tahapan PSU Pilkada Pesawaran, dan keamanan yang terjaga menjadi kunci agar masyarakat dapat menyaksikan dan menilai para calon pemimpinnya secara terbuka dan demokratis.***












