SAMUDERA NEWS – Lapas Kelas IIA Kalianda kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pelayanan publik yang bersih, transparan, dan berintegritas. Jumat, 3 Oktober 2025, lembaga pemasyarakatan ini menerima kunjungan Studi Tiru dari Lapas Kelas IIA Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antar satuan kerja pemasyarakatan dalam pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).
Kunjungan delegasi Lapas Tanjung Raja dipimpin langsung oleh jajaran pejabat struktural dan disambut hangat oleh Kepala Lapas Kalianda, Beni Nurrahman, beserta seluruh jajarannya. Suasana penuh semangat kolaborasi terasa sejak awal kegiatan. Dalam sambutannya, Kalapas Beni menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar slogan, tetapi wujud nyata dari reformasi birokrasi yang berorientasi pada pelayanan publik yang efektif dan bebas dari praktik koruptif.
“Pembangunan Zona Integritas harus dimulai dari komitmen bersama, perubahan mindset, dan konsistensi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami berharap apa yang kami lakukan di Lapas Kalianda dapat menjadi inspirasi bagi rekan-rekan di Lapas Tanjung Raja,” ujar Beni Nurrahman.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran Lapas Kalianda memaparkan berbagai inovasi dan strategi yang telah mereka terapkan untuk memperkuat sistem integritas, mulai dari penerapan teknologi informasi dalam layanan publik, sistem pengaduan masyarakat berbasis digital, hingga penguatan pembinaan bagi warga binaan pemasyarakatan.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Kedua pihak bertukar pengalaman dan strategi dalam mengatasi berbagai tantangan, terutama dalam membangun budaya kerja yang profesional dan akuntabel. Setelah sesi diskusi, rombongan Lapas Tanjung Raja diajak berkeliling meninjau langsung area layanan publik, ruang kunjungan, fasilitas pembinaan, serta unit kegiatan warga binaan yang menjadi andalan Lapas Kalianda.
Tidak hanya sekadar studi tiru, kegiatan ini juga menjadi ruang mempererat sinergi dan solidaritas antar lembaga pemasyarakatan di bawah naungan Kementerian Hukum dan HAM. Kunjungan diakhiri dengan pemberian cendera mata dan sesi foto bersama sebagai simbol kerja sama dan komitmen bersama dalam memperkuat Zona Integritas di lingkungan pemasyarakatan.
“Bismillahirrahmanirrahim, semoga semangat integritas ini terus menular dan membawa keberkahan bagi seluruh jajaran pemasyarakatan. Kami doakan Lapas Tanjung Raja segera meraih predikat WBK dan WBBM,” tambah Beni Nurrahman penuh optimisme.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kalianda menegaskan perannya sebagai role model dalam reformasi birokrasi di bidang pemasyarakatan. Kolaborasi lintas daerah seperti ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan sistem pelayanan publik yang humanis, efisien, dan berintegritas tinggi.***












