• Redaksi
  • Tentang Kami
Saturday, August 29, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Berita

Lampung Ambil Langkah Strategis Lindungi Petani Singkong dan Industri Tapioka di Tengah Tekanan Harga Global

MeldabyMelda
13/10/2025
in Berita
Lampung Ambil Langkah Strategis Lindungi Petani Singkong dan Industri Tapioka di Tengah Tekanan Harga Global
ADVERTISEMENT

SAMUDERA NEWS— Harga singkong dunia tengah mengalami tekanan signifikan akibat penurunan permintaan tapioka global, terutama dari sektor kertas dan pangan. Kondisi ini berdampak langsung pada industri pengolahan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, serta petani singkong di Provinsi Lampung yang menjadi salah satu sentra produksi utama.

Menurut data Asosiasi Perdagangan Tapioka Thailand, harga ekspor (FOB Bangkok) turun dari US$568 per ton di awal 2024 menjadi kisaran US$405–450 per ton pada Agustus 2025. Penurunan harga ini berdampak domino bagi harga singkong di tingkat petani Lampung. Pada April 2025, harga singkong bahkan sempat merosot hingga Rp1.000–1.100 per kilogram, dan dengan pemotongan kualitas (rafaksi) mencapai 40 persen. Pemerintah pusat telah menetapkan harga dasar singkong Rp1.350 per kilogram untuk melindungi petani, tetapi fluktuasi pasar dan lemahnya penyerapan industri masih menjadi kendala utama.

Penurunan permintaan global menyebabkan beberapa pabrik besar di Thailand, Vietnam, dan negara Asia lainnya mengurangi pembelian bahan baku, sehingga industri pengolahan tapioka di Indonesia ikut mengalami perlambatan. Situasi ini memunculkan kekhawatiran tentang keberlangsungan produksi dan pendapatan petani lokal, serta daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

BeritaLainnya

Dinas PUPR Mulai Garap Rigid Beton Jalan Pelita, Anggaran Rp900 Juta

Pelayanan Publik yang Diskriminatif

Menanggapi tekanan ini, Pemerintah Provinsi Lampung mengambil langkah strategis dengan memperkuat kemitraan antara petani dan industri tapioka. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, menjelaskan bahwa arahan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya kemitraan yang sehat dan adil antara petani dan pabrik. Hubungan yang kuat akan memastikan keduanya dapat tumbuh bersama, meski harga global sedang tertekan.

“Rantai pasok antara petani, perantara, dan pabrik masih belum seimbang. Posisi tawar petani cenderung lemah karena industri pengolahan belum bisa menyerap produk mereka sepenuhnya,” kata Mulyadi saat ditemui di Bandar Lampung. Ia menambahkan bahwa jika pabrik menahan pembelian tapioka, harga singkong di tingkat petani sulit stabil.

ADVERTISEMENT

Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov Lampung mendorong model kemitraan berkeadilan yang mencakup pendampingan teknis, akses pembiayaan, dan pelatihan budidaya modern. Program ini menitikberatkan pada penggunaan bibit unggul, teknik pemupukan efisien, peningkatan kadar pati, serta penerapan sistem pertanian berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, produktivitas dan kualitas singkong Lampung diharapkan bisa menyaingi negara pesaing seperti Thailand dan Vietnam.

Lampung juga menekankan perlunya efisiensi produksi dan manajemen modern untuk menghadapi persaingan global. “Negara pesaing telah menekan biaya produksi dan meningkatkan kadar pati, sehingga produk mereka lebih kompetitif. Lampung memiliki potensi besar, tetapi harus didukung teknologi dan manajemen pertanian yang efisien,” tegas Mulyadi.

Selain itu, formulasi harga yang adil dan transparan sedang disiapkan dengan mempertimbangkan kadar pati, biaya produksi, dan tren harga global. Mulyadi menekankan bahwa kebijakan harga harus seimbang. Jika harga dipaksakan naik tanpa dukungan pasar, industri bisa kolaps. Keseimbangan antara petani dan pabrik menjadi kunci agar keduanya bertahan dan tumbuh bersama.

Pemprov Lampung juga meningkatkan pelatihan dan pendampingan teknis bagi petani singkong agar memenuhi standar kualitas industri dan menjaga kontinuitas pasokan bahan baku. Langkah ini mencakup pelatihan tentang teknik panen tepat waktu, pengolahan awal di tingkat petani, serta sistem pemantauan kualitas yang ketat agar produksi Lampung konsisten dan memiliki nilai jual tinggi.

Dengan strategi ini, Lampung tidak hanya melindungi petani dari fluktuasi harga global tetapi juga memperkuat industri tapioka sebagai salah satu sektor unggulan daerah. Kolaborasi antara pemerintah, petani, dan industri diharapkan mampu membangun tata niaga singkong yang sehat, meningkatkan pendapatan petani, dan menjaga daya saing Lampung di pasar internasional.

“Hubungan harmonis antara petani dan pabrik adalah fondasi utama. Dengan kemitraan yang kuat, tata niaga yang sehat, dan dukungan pemerintah yang konsisten, Lampung mampu bertahan menghadapi tekanan harga global sekaligus menjadi pusat produksi singkong berkualitas tinggi,” pungkas Mulyadi Irsan.***

Source: WAHYUDIN
Tags: harga singkong LampungIndustri Tapiokakemitraan petanipasar globalperlindungan petaniPertanian Lampungproduksi singkongstrategi pertanian
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

Muhammad Alfariezie Kembali Guncang Dunia Sastra: Buka Donasi untuk Novel Horor “Dusun Keramat Desa Sumber Muncul” yang Bongkar Dosa dan Kutukan Manusia

Next Post

Tim Voli Putri Lampung Lolos ke Final Pornas Korpri 2025 Usai Kalahkan Kaltim dalam Duel Sengit Lima Set

Related Posts

Dinas PUPR Mulai Garap Rigid Beton Jalan Pelita, Anggaran Rp900 Juta
Berita

Dinas PUPR Mulai Garap Rigid Beton Jalan Pelita, Anggaran Rp900 Juta

28/08/2026
Pelayanan Publik yang Diskriminatif
Berita

Pelayanan Publik yang Diskriminatif

28/08/2026
Bukan Sekadar Forum, 16 SMK Swasta Kota Metro Dorong Pendidikan Vokasi Makin Berkualitas
Berita

Bukan Sekadar Forum, 16 SMK Swasta Kota Metro Dorong Pendidikan Vokasi Makin Berkualitas

28/08/2026
Ekonomi Pesawaran Tumbuh 5,38 Persen, Ini Capaian Setahun Nanda-Anton
Berita

Ekonomi Pesawaran Tumbuh 5,38 Persen, Ini Capaian Setahun Nanda-Anton

27/08/2026
Kasus Dugaan Korupsi Honorer Fiktif, Penyidik Polda Lampung Sisir BKPSDM Metro
Berita

Kasus Dugaan Korupsi Honorer Fiktif, Penyidik Polda Lampung Sisir BKPSDM Metro

27/08/2026
Konsorsium Gerakan Solidaritas Pekerja Lokal Kecam PHK Sepihak Star Energy
Berita

Konsorsium Gerakan Solidaritas Pekerja Lokal Kecam PHK Sepihak Star Energy

27/08/2026
Next Post
Tim Voli Putri Lampung Lolos ke Final Pornas Korpri 2025 Usai Kalahkan Kaltim dalam Duel Sengit Lima Set

Tim Voli Putri Lampung Lolos ke Final Pornas Korpri 2025 Usai Kalahkan Kaltim dalam Duel Sengit Lima Set

Cangget Turun Mandei di Lampung Timur, Simbol Pelestarian Adat dan Penguatan Identitas Daerah

Cangget Turun Mandei di Lampung Timur, Simbol Pelestarian Adat dan Penguatan Identitas Daerah

Pemprov Lampung Dorong Perluasan Akses Keuangan Daerah, Dukung Visi Indonesia Emas 2045

Pemprov Lampung Dorong Perluasan Akses Keuangan Daerah, Dukung Visi Indonesia Emas 2045

Lampung Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Pornas Korpri XVIII 2027, Usai Raih 14 Medali di Palembang

Lampung Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Pornas Korpri XVIII 2027, Usai Raih 14 Medali di Palembang

Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah Majelis Annur 1030 Jadi Momentum Perkuat Persaudaraan dan Teladan Rasulullah di Lampung

Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah Majelis Annur 1030 Jadi Momentum Perkuat Persaudaraan dan Teladan Rasulullah di Lampung

Berita Terkini

  • Dinas PUPR Mulai Garap Rigid Beton Jalan Pelita, Anggaran Rp900 Juta
  • Pelayanan Publik yang Diskriminatif
  • Bukan Sekadar Forum, 16 SMK Swasta Kota Metro Dorong Pendidikan Vokasi Makin Berkualitas
  • Ekonomi Pesawaran Tumbuh 5,38 Persen, Ini Capaian Setahun Nanda-Anton
  • Kasus Dugaan Korupsi Honorer Fiktif, Penyidik Polda Lampung Sisir BKPSDM Metro

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In