SAMUDERA NEWS- Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, bersama Wakil Mendes Ahmad Riza Patria, menjabarkan enam fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2025 dalam sebuah acara sosialisasi yang digelar secara virtual.
Sosialisasi Permendesa Nomor 2 Tahun 2025
Acara ini bertujuan untuk mensosialisasikan Peraturan Menteri Desa (Permendesa) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Petunjuk Operasional atas Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2025. Sosialisasi ini diadakan secara virtual dan dihadiri oleh Kepala Desa dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jambi.
Enam Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2025
1. Penanganan Kemiskinan Ekstrem: Mendes Yandri menyebutkan bahwa 15 persen dari Dana Desa akan difokuskan pada penanganan kemiskinan ekstrem. Jika tidak ada kemiskinan, alokasi dana akan didetailkan lebih lanjut dalam Juklak dan Juknis.
2. Penguatan Desa yang Adaptif terhadap Perubahan Iklim: Fokus kedua adalah penguatan desa yang mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim.
3. Peningkatan Promosi dan Layanan Dasar Kesehatan: Termasuk di dalamnya adalah pencegahan stunting, yang dianggap sebagai kata kunci pembangunan bangsa Indonesia.
4. Dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan: Sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, alokasi sekurang-kurangnya 20 persen dari Dana Desa akan digunakan untuk program Ketahanan Pangan.
5. Pengembangan Potensi Keunggulan Desa: Termasuk di dalamnya adalah pengembangan Desa Wisata dan Desa Ekspor.
6. Pemanfaatan Teknologi dan Sistem Informasi: Untuk percepatan implementasi Desa Digital, meskipun ada 22 ribu desa yang belum memiliki sinyal.
-Juklak dan Juknis serta Modul Desa Tematik
Mendes Yandri juga menjelaskan bahwa Kemendes akan menerbitkan Juklak dan Juknis soal alokasi Dana untuk Ketahanan Pangan. Selain itu, Modul Desa Tematik akan diluncurkan pada tanggal 14 Januari 2025 mendatang dalam rangka Hari Desa dan Kick Off Festival Bangun Desa.
Partisipasi Aktif Desa dalam Festival Bangun Desa
Mendes Yandri menegaskan bahwa 75.260 desa di Indonesia diharapkan ikut aktif dalam Festival Bangun Desa dengan berbagai lomba seperti Lomba Pemuda Pelopor Desa atau Desa Tematik, yang puncak pelaksanaannya akan berlangsung pada bulan Agustus 2025.
Komitmen Pembangunan Berbasis Padat Karya Tunai
Pembangunan berbasis padat karya tunai dan penggunaan bahan baku lokal juga menjadi fokus utama. Semua keputusan harus melalui Musyawarah Desa dan tidak boleh ada kongkalikong.
Arah Kebijakan Permendesa
Mendes Yandri menekankan bahwa Permendesa ini akan menjadi acuan bagi pemerintah daerah hingga desa dalam mewujudkan percepatan kesejahteraan masyarakat desa. Sejak tahun 2015, total dana desa yang telah dikucurkan mencapai Rp610 triliun, yang telah dimanfaatkan secara maksimal untuk pembangunan desa.***












