SAMUDERA NEWS – Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pokir, Sudiyono, menyatakan bahwa pembentukan pansus ini bertujuan untuk menginventarisir berbagai masalah yang ada dan kemudian mengajukannya sebagai bagian dari rencana pembangunan Kabupaten Pringsewu tahun 2026.
Pansus Pokir ini terdiri dari 15 anggota yang mewakili lima daerah pemilihan (dapil). Sejak Kamis (9/1/2025), anggota pansus telah turun ke lapangan secara serentak untuk melakukan inventarisasi masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat.
Fokus pada Pembangunan Tata Kota Ibukota
Sudiyono menjelaskan bahwa pansus ini akan memfokuskan perhatian pada pembangunan tata kota, khususnya di ibukota Kabupaten Pringsewu. Menurutnya, selama dua periode kepemimpinan bupati definitif, pembangunan ibukota kabupaten belum menunjukkan progres yang signifikan.
Berdasarkan Undang-Undang No. 48 Tahun 2008 tentang Pemekaran Kabupaten Pringsewu, ibu kota kabupaten terletak di Kecamatan Pringsewu. Namun, hingga kini, penataan dan pembangunan ibukota tersebut belum mengalami perubahan yang berarti.
Perbaikan Infrastruktur Kota Diperlukan
Sebagai contoh, Sudiyono menyebutkan bahwa pembangunan ruas jalan dan drainase di ibukota kabupaten, yang menjadi bagian penting dalam penataan kota, belum optimal. “Ini menjadi keluhan masyarakat, terutama terkait dengan masalah drainase yang menyebabkan banjir saat hujan dan terlihatnya kawasan yang kumuh dan semrawut,” ujarnya.
Dampak dari minimnya pembangunan infrastruktur tersebut, menurut Sudiyono, adalah buruknya kualitas lingkungan di ibukota kabupaten, yang juga berdampak pada kenyamanan warganya.
Pemerintah Harus Maksimalkan Pembangunan
Sebagai anggota fraksi Gerindra, Sudiyono menegaskan bahwa seharusnya pembangunan infrastruktur di Kecamatan Pringsewu, yang menjadi ibukota kabupaten, dapat dimaksimalkan. Meskipun pemerintah daerah sering kali mengeluhkan keterbatasan anggaran, Sudiyono menilai bahwa dengan niat dan konsistensi kepala daerah, pembangunan yang maksimal bisa terwujud.
“Jika kepala daerah memiliki niat yang kuat dan konsisten, sebenarnya pembangunan itu bisa terwujud, meskipun dengan keterbatasan anggaran,” ungkapnya.
Pembentukan Pansus Pokir ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan di seluruh wilayah Kabupaten Pringsewu, terutama dalam hal pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang lebih baik untuk kepentingan masyarakat.***












