SAMUDERA NEWS- Pergantian pejabat di kementerian-kementerian Indonesia menjadi hal yang umum dilakukan, termasuk di Kementerian Perhubungan yang dipimpin oleh Dudy Purwagandhi dari Partai PAN. Namun, ada satu hal yang mengganjal terkait dengan pergantian tersebut, terutama bila yang dicopot adalah individu yang jelas-jelas mendukung dan loyal terhadap pasangan Prabowo-Gibran.
Saya pribadi merasa terganggu jika perubahan yang terjadi di kementerian justru mengorbankan mereka yang selama ini mendukung Prabowo-Gibran, apalagi jika alasan pergantian tersebut lebih terkait dengan kepentingan kelompok atau “gerbong” tertentu. Menteri seharusnya tidak hanya melihat loyalitas politik, tetapi juga integritas individu yang memimpin instansi tersebut.
Salah satu contoh adalah pergantian yang terjadi di AirNav Indonesia atau Perum LPPNPI, di mana Bagus Sunjoyo selaku direksi diketahui memiliki integritas tinggi. Beliau adalah sosok yang berkomitmen memajukan AirNav Indonesia dan sangat dikenal sebagai bagian dari jaringan relawan loyalis Prabowo. Bagus juga merupakan anak dari Bibit Waluyo, yang juga menjadi Ketua Umum Relawan Anak Bangsa (RAB), pendukung setia Prabowo sejak Pemilu 2014.
Bagi saya, mengganggu orang baik seperti Bagus Sunjoyo hanya akan menciptakan dampak negatif, bukan hanya untuk kementerian, tapi untuk kepercayaan publik. Menteri Perhubungan sebaiknya mempertimbangkan hal ini dengan bijaksana, karena penggantian yang tidak tepat hanya akan merugikan banyak pihak, termasuk dirinya sendiri.***












