SAMUDERA NEWS – Pendaftaran hari pertama Sekolah Siger 4 yang bertempat di SMP Negeri 45 Bandar Lampung, Jalan Padat Karya, Kampung Bayur, Rajabasa Jaya, masih terpantau sepi. Hingga Rabu (9/7/2025) pukul 11.00 WIB, hanya sekitar sembilan calon siswa yang terdaftar.
Minimnya jumlah pendaftar disinyalir akibat kurangnya sosialisasi kepada masyarakat tentang keberadaan dan konsep Sekolah Siger, program pendidikan alternatif yang digagas Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu yang tidak tertampung di SMA Negeri.
Aminah, salah satu orang tua yang datang mendaftarkan anaknya, mengaku baru mengetahui Sekolah Siger melalui Kepala SMA Negeri 13 Bandar Lampung. Ia pun sempat mengira sekolah ini adalah lembaga negeri.
“Saya kemarin disuruh Kepala SMA 13 daftar di Siger, katanya negeri. Tapi ternyata swasta. Saya enggak tahu,” ujarnya usai menyerahkan dokumen pendaftaran kepada panitia Sekolah Siger 4.
Sekolah Siger berada di bawah naungan Yayasan Siger Prakarsa Bunda, dan berstatus sebagai sekolah swasta. Keberadaannya ditujukan untuk menjawab permasalahan keterbatasan daya tampung SMA Negeri di Kota Bandar Lampung.
Namun, Aminah menyatakan keberatannya terhadap beberapa syarat yang diminta panitia, termasuk rencana survei ke rumah calon siswa.
“Saya agak keberatan kalau harus dicek rumahnya. Rasanya terlalu jauh sampai begitu,” katanya.
Kurangnya informasi yang tersampaikan secara merata membuat banyak orang tua merasa bingung dan kurang yakin dengan prosedur yang ditetapkan. Padahal, Sekolah Siger memiliki tujuan mulia untuk menjembatani hak pendidikan anak-anak dari keluarga tak mampu.
Diharapkan ke depan, pemerintah dan pihak yayasan dapat meningkatkan sosialisasi agar program ini benar-benar menyentuh masyarakat sasaran secara efektif dan tanpa menimbulkan kebingungan di lapangan.***












