SAMUDERA NEWS— Bulan Juni diwarnai semangat kebangsaan yang tak biasa. Di tengah suasana Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H, PDI Perjuangan memperingati puncak Bulan Bung Karno di Gedung GSG Soekarno, Kecamatan Sumber Jaya. Momen ini dijadikan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, sebagai panggung refleksi sekaligus penegasan komitmen kebangsaan dan kepedulian sosial.
Disambut antusias kader dan warga, acara ini dihadiri tokoh-tokoh penting partai, seperti I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Mukhlis Basri, Mad Hasnurin, dan fungsionaris PDI Perjuangan dari berbagai tingkatan.
“Ini hari penuh keberkahan. Peringatan Bulan Bung Karno yang bertepatan dengan 1 Muharram mengingatkan kita untuk memperkuat persatuan, mempertebal empati, dan terus berjuang demi rakyat,” ujar Parosil.
Rangkaian acara diawali dengan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, dilanjutkan doa bersama bagi para proklamator, serta harapan bagi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar selalu diberi kekuatan dalam memimpin perjuangan ideologis partai.
Tak hanya seremoni, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi. Bantuan diberikan kepada anak yatim, ibu hamil, lansia, hingga sekolah-sekolah. Parosil menegaskan bahwa bantuan tersebut adalah bukti nyata kepedulian PDI Perjuangan kepada rakyat kecil.
“Jumlahnya mungkin tidak seberapa, tapi ini bentuk kasih kami kepada ibu-ibu yang sedang mengandung, kepada anak-anak Lampung Barat, agar kelak tumbuh menjadi generasi hebat,” tuturnya.
Dalam pidatonya, Parosil juga mengangkat nilai sejarah Kecamatan Sumber Jaya. Menurutnya, Bung Karno dan Bung Hatta pernah menyambangi daerah ini, bahkan memberikan nama langsung: Sumber Jaya, yang berarti sumber kejayaan. Lapangan Sukarno-Hatta dan Tugu Sukarno menjadi saksi bisu jejak pemimpin bangsa di tanah Sai Batin dan Ulama.
“Bung Karno menyebut Sumber Jaya sebagai Bandung-nya Lampung Barat. Alamnya sejuk, semangat warganya hangat. Ini daerah penuh sejarah,” ungkap Parosil penuh bangga.
Menutup sambutannya, Parosil juga menyampaikan arahan Megawati Soekarnoputri terkait dukungan terhadap pemerintahan terpilih Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Bulan Bung Karno ini bukan sekadar nostalgia. Tapi momen untuk bertindak. Untuk meneruskan api perjuangan melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Kita kawal program nasional demi masa depan anak bangsa,” tegasnya.
Dengan semangat kebangsaan yang membara, Parosil Mabsus mengajak semua pihak untuk menjaga warisan Bung Karno—tak hanya dalam simbol, tapi dalam sikap dan tindakan nyata untuk rakyat.***












