SAMUDERA NEWS — Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, M. Firsada, menerima kunjungan pengurus Yayasan Pembinaan Sosial Katolik (YPSK) bersama mitra internasionalnya, ChildFund International, di Kantor Gubernur Lampung, Kamis (22/05/2025).
Pertemuan ini menandai langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk membangun masyarakat yang inklusif, damai, dan tangguh di Provinsi Lampung.
YPSK bersama ChildFund memaparkan sejumlah program sosial, antara lain:
- Pelatihan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM)
- Workshop kepemudaan
- Pesta budaya desa
Seluruh kegiatan tersebut difokuskan untuk membangun kesadaran sosial, memperkuat toleransi antarwarga, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam mencegah kekerasan dan merawat kohesi sosial.
“Program-program ini sangat selaras dengan visi pembangunan sosial Pemerintah Provinsi Lampung,” ujar M. Firsada. Ia menambahkan bahwa Pemprov Lampung telah memiliki regulasi sebagai fondasi dalam membangun harmoni sosial, yaitu:
- Perda No. 1 Tahun 2016 tentang Rembug Desa dan Kelurahan untuk Pencegahan Konflik
- Pergub No. 35 Tahun 2016 tentang teknis pelaksanaan rembug tersebut.
“Sinergi antara kebijakan pemerintah dan inisiatif masyarakat sipil seperti YPSK dan ChildFund merupakan kunci terciptanya lingkungan yang aman dan harmonis,” tambahnya.
YPSK dan ChildFund sendiri telah aktif menjangkau wilayah-wilayah desa, menyelenggarakan dialog lintas budaya dan agama, serta memperkuat peran pemuda dalam membangun komunitas yang damai dan partisipatif.
Kerja sama ini tidak hanya menciptakan perlindungan bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan remaja, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepemimpinan sosial dari akar rumput.
Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi dan penguatan komitmen Pemprov Lampung dalam mendorong kolaborasi multipihak demi terciptanya masyarakat yang lebih inklusif dan tahan terhadap konflik sosial.***












