SAMUDERA NEWS – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, resmi melantik Anang Risgiyanto sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Rendi Riswandi sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampung pada Kamis, 18 September 2025. Pelantikan berlangsung khidmat di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung dan dihadiri seluruh pejabat eselon I dan II di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.
Pelantikan ini mengusung fokus pada percepatan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat. Keputusan Gubernur Lampung Nomor 800.1.3.3/5117/VI.04/2025 menjadi dasar hukum resmi pengangkatan kedua pejabat tersebut.
Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan analogi yang menarik, menyebut Bappeda sebagai “otak” dan BKD sebagai “jantung” dari jalannya pemerintahan daerah. Menurutnya, sinergi kedua lembaga ini menjadi fondasi penting untuk mengoptimalkan pembangunan daerah dan memastikan pelayanan publik berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Bappeda adalah arsitek pembangunan daerah. Perencanaan yang matang harus berbasis data yang akurat, melibatkan partisipasi masyarakat, dan mampu menyelaraskan program strategis daerah dengan kebijakan nasional. Tanpa perencanaan yang baik, pembangunan hanya akan berjalan setengah hati,” ujar Gubernur. Ia menambahkan bahwa pembangunan Lampung ke depan bukan sekadar proyek fisik, tetapi harus mencakup aspek fundamental seperti peningkatan kualitas manusia, pemerataan ekonomi, pengelolaan lingkungan, dan inovasi sosial yang nyata di masyarakat.
Gubernur juga memberikan arahan khusus kepada Kepala BKD Lampung yang baru, Rendi Riswandi. Ia menekankan pentingnya menata manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan profesionalisme tinggi, integritas, dan responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat. Transformasi digital disebut sebagai kunci utama untuk meningkatkan efisiensi birokrasi, mulai dari proses rekrutmen, pengembangan kompetensi, hingga penilaian kinerja ASN.
“Digitalisasi tidak hanya mempercepat pelayanan, tapi juga menutup celah subjektivitas. Dengan sistem yang transparan, setiap ASN berprestasi memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi optimal. Dari 17.000 ASN di Lampung, kita ingin melahirkan talenta-talenta terbaik yang siap mendukung pembangunan,” terang Gubernur Mirzani.
Gubernur juga mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah besar yang menuntut tanggung jawab penuh, bukan penghargaan pribadi. Ia meminta para pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi, membangun kolaborasi lintas unit, dan menjadi motor penggerak perubahan di lingkungannya masing-masing.
“Perhatian masyarakat terhadap kualitas pelayanan pemerintah semakin tinggi. Oleh karena itu, kita dituntut bekerja keras, kreatif, dan inovatif. Yang terpenting adalah membangun kebersamaan dan sinergi antar lembaga. Dengan itu, saya yakin Lampung akan menjadi provinsi yang unggul, berdaya saing, dan mampu menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh warganya,” ujar Gubernur menutup sambutannya.
Pelantikan ini menandai awal babak baru dalam penguatan birokrasi Lampung, khususnya dalam perencanaan pembangunan dan pengelolaan ASN. Kehadiran Anang Risgiyanto dan Rendi Riswandi diharapkan mampu memberikan inovasi nyata, mempercepat program strategis pemerintah provinsi, serta meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap layanan publik.***












