• Redaksi
  • Tentang Kami
Sunday, May 31, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Berita

SE Disdik Lampung: Kritik atas Kebijakan “Ayah Ambil Rapor”

MeldabyMelda
17/12/2025
in Berita
SE Disdik Lampung: Kritik atas Kebijakan “Ayah Ambil Rapor”
ADVERTISEMENT

SAMUDERA NEWS— Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung kembali menjadi sorotan publik setelah mengeluarkan Surat Edaran (SE) bernomor 400.3.8.5/3149/V.01/DP.2/2025 mengenai Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR). Kebijakan ini menginstruksikan kehadiran fisik ayah di sekolah untuk mengambil rapor anak minimal sekali setahun, yang dianggap dapat meningkatkan keterlibatan orang tua dalam pendidikan.

Kebijakan ini menuai kritik tajam dari berbagai kalangan karena dinilai tidak mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi sebagian besar masyarakat Lampung. Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta, M. Iqbal Farochi, menyatakan bahwa kebijakan tersebut lebih menyerupai simbol administratif daripada solusi substansial. “Jika ayah datang ambil rapor, maka keterlibatan meningkat, dan psikososial anak langsung sehat—premis ini terlalu simplistik dan tidak realistis,” ungkapnya.

Realitas sosial di Lampung sangat beragam. Banyak ayah yang bekerja jauh dari rumah sebagai buruh harian, nelayan, atau petani dengan jam kerja fleksibel yang tidak memungkinkan mereka meninggalkan pekerjaan demi hadir di sekolah. Di sisi lain, keluarga dengan struktur non-nuklir atau anak-anak yang diasuh oleh orang tua tunggal akan menghadapi tekanan psikologis karena kehadiran fisik ayah menjadi indikator yang dipaksakan. Kebijakan yang dimaksudkan untuk mendukung kesejahteraan psikososial anak justru bisa menjadi sumber stres bagi mereka yang tidak memiliki sosok ayah yang hadir secara rutin.

BeritaLainnya

Janji Bela Nelayan Menggema, Tapi Pembatas Laut Marriott Masih Jadi Keluhan

BPK Beri WTP, Tindak Lanjut Laporan Dana Hibah SMA Siger Masih Dipertanyakan

Selain itu, kebijakan ini menimbulkan pertanyaan soal prioritas institusi pendidikan. Alih-alih fokus pada peningkatan kualitas pengajaran, kurikulum yang adaptif, atau pemerataan fasilitas pendidikan di daerah terpencil, Dinas Pendidikan tampak mengalihkan perhatian ke urusan domestik keluarga yang seharusnya menjadi ranah pribadi. SE ini berpotensi menjadi bentuk kontrol birokratis yang tidak relevan dan hanya menambah beban administrasi sekolah.

Kritik lain muncul terkait implementasi kebijakan di lapangan. Kehadiran ayah hanya selama lima belas menit per tahun tidak otomatis mencerminkan keterlibatan orang tua dalam proses belajar anak. Keterlibatan orang tua seharusnya mencakup komunikasi reguler dengan guru, pendampingan belajar di rumah, serta dukungan emosional yang konsisten. Mengukur keberhasilan pendidikan melalui kehadiran fisik rapor menjadi indikator yang sempit dan menyesatkan.

ADVERTISEMENT

Lebih jauh, kebijakan ini menyoroti lemahnya pemahaman institusi pendidikan terhadap keberagaman keluarga. Dengan memaksakan kehadiran ayah, anak-anak dari keluarga yang menghadapi perceraian, kematian, atau migrasi orang tua bisa merasakan stigma dan tekanan psikologis. “Pendidikan butuh solusi pada kualitas pengajaran, bukan sekadar kehadiran fisik ayah yang dipaksa cuti hanya untuk mendengar wali kelas menjelaskan kondisi administratif,” tegas Farochi.

Kritik terhadap SE GEMAR menegaskan perlunya pendekatan yang lebih fleksibel, inklusif, dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat. Keterlibatan orang tua tetap penting, namun harus difasilitasi melalui mekanisme yang menghormati kondisi sosial-ekonomi dan struktur keluarga yang beragam, bukan sekadar prosedur formal yang bisa menjadi beban psikologis bagi siswa. Kebijakan pendidikan efektif seharusnya menekankan kualitas, akses, dan inklusivitas, bukan simbolisme administratif yang dangkal.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: GEMARkebijakan pendidikanKeterlibatan Orang TuaKritikan Pendidikanpendidikan anakPendidikan LampungPsikologi AnakSE Disdik Lampung
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

Musda XI Golkar Lampung Selatan Tegaskan Konsolidasi dan Kepemimpinan Baru

Next Post

Agus Sutanto Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Lampung Selatan 2025–2030

Related Posts

Janji Bela Nelayan Menggema, Tapi Pembatas Laut Marriott Masih Jadi Keluhan
Berita

Janji Bela Nelayan Menggema, Tapi Pembatas Laut Marriott Masih Jadi Keluhan

31/05/2026
BPK Beri WTP, Tindak Lanjut Laporan Dana Hibah SMA Siger Masih Dipertanyakan
Berita

BPK Beri WTP, Tindak Lanjut Laporan Dana Hibah SMA Siger Masih Dipertanyakan

31/05/2026
Cekcok Berujung Tragedi, Pemuda 19 Tahun Ditangkap Polisi di Bakauheni
Berita

Cekcok Berujung Tragedi, Pemuda 19 Tahun Ditangkap Polisi di Bakauheni

31/05/2026
Pemkab Lampung Selatan Pertahankan Opini WTP Selama 10 Tahun Beruntun
Berita

Pemkab Lampung Selatan Pertahankan Opini WTP Selama 10 Tahun Beruntun

31/05/2026
BPK RI Kembali Ganjar Pringsewu Opini WTP untuk Tahun Anggaran 2025
Berita

BPK RI Kembali Ganjar Pringsewu Opini WTP untuk Tahun Anggaran 2025

31/05/2026
Dana Operasional Sekolah Belum Optimal, Insentif Kepala Sekolah Tuai Kritik
Berita

Dana Operasional Sekolah Belum Optimal, Insentif Kepala Sekolah Tuai Kritik

31/05/2026
Next Post
Agus Sutanto Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Lampung Selatan 2025–2030

Agus Sutanto Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Lampung Selatan 2025–2030

118 Puisi Peduli Bencana Sumatera Terpilih, Buku Tanda Cinta Akan Terbit

118 Puisi Peduli Bencana Sumatera Terpilih, Buku Tanda Cinta Akan Terbit

Relawan Al Quds Lampung Kembali Bantu Korban Bencana Sumatera

Relawan Al Quds Lampung Kembali Bantu Korban Bencana Sumatera

Polres Tanggamus Tahan Kakon Atar Lebar Terkait Dugaan Korupsi Dana Desa

Polres Tanggamus Tahan Kakon Atar Lebar Terkait Dugaan Korupsi Dana Desa

Alih Fungsi Terminal Panjang Jadi SMA Siger Tertahan Anggaran

Alih Fungsi Terminal Panjang Jadi SMA Siger Tertahan Anggaran

Berita Terkini

  • Janji Bela Nelayan Menggema, Tapi Pembatas Laut Marriott Masih Jadi Keluhan
  • DPRD Soroti SMA Siger, Kadisdikbud Akui Masih Dalami Persoalan
  • BPK Beri WTP, Tindak Lanjut Laporan Dana Hibah SMA Siger Masih Dipertanyakan
  • Cekcok Berujung Tragedi, Pemuda 19 Tahun Ditangkap Polisi di Bakauheni
  • Pemkab Lampung Selatan Pertahankan Opini WTP Selama 10 Tahun Beruntun

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In