• Redaksi
  • Tentang Kami
Sunday, August 23, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Berita

Tumbuh di Celah Kekuasaan, Politik Sunyi dalam Puisi Muhammad Alfariezie

MeldabyMelda
23/12/2025
in Berita
Muhammad Alfariezie Kritik Kepasifan Masyarakat Lewat Puisi Kontemporer
ADVERTISEMENT

SAMUDERA NEWS- Puisi Tumbuh Menyelinap di antara Bening dan Keruh karya Muhammad Alfariezie muncul sebagai catatan reflektif tentang kehidupan warga yang berada di lorong-lorong kekuasaan. Mereka bukan tokoh sentral, namun juga tidak sepenuhnya terpinggirkan. Puisi ini menangkap pengalaman orang-orang yang harus menavigasi sistem yang keras dan praktik yang licin, sambil tetap berusaha bertahan dan menemukan ruang untuk hidup. Alfariezie menyampaikan kritik sosial melalui bahasa simbolik yang lembut, tetapi sarat makna, sehingga pembaca diajak memahami ketidakadilan dan ketegangan yang dialami masyarakat di bawah struktur kekuasaan.

Simbol batu dan lumpur menjadi pembuka penting dalam puisi ini. Batu melambangkan struktur dan institusi negara—kokoh, keras, dan sering tidak mudah digoyahkan. Sementara lumpur menggambarkan praktik yang licin dan manipulatif, yang menjerat mereka yang lemah dan membuat bertahan hidup menjadi tantangan. Di antara keduanya, subjek puisi berdiri dengan waspada, bukan untuk menentukan arah, melainkan untuk tetap selamat dari tekanan dan jeratan yang ada.

Frasa di antara bening dan keruh menggambarkan situasi demokrasi yang tidak lagi hitam-putih. Keputusan pemerintah tampak transparan, namun dampaknya di lapangan sering kabur dan tidak jelas. Kebenaran yang dipamerkan hanya permukaan; realitas di akar rumput tetap abu-abu. Puisi ini tidak menuduh siapa pun secara langsung, melainkan menyaksikan. Hal ini menunjukkan bahwa dalam politik modern, bahaya terbesar bukanlah kebohongan yang terang-terangan, melainkan kebiasaan menerima ketidakjelasan dan kepalsuan yang tersamar.

BeritaLainnya

Razia Tengah Malam di Pringsewu, Polisi Temukan Pelajar 16 Tahun Bersama Pria Dewasa

Ribuan Peserta Padati Jalan Sehat KBSB Kalianda, Bazar Bundo Kandung Ikut Meriah

Metafora rumput yang tidak berbunga dan tidak berbuah menggambarkan rakyat yang hidup bekerja keras tanpa pengakuan atau penghargaan. Mereka tetap menanggung beban, menjadi penyangga dari keputusan yang datang dari atas, dan menampung hujan, yang dalam konteks puisi berarti kebijakan, krisis, dan konsekuensi yang harus ditanggung tanpa pilihan. Kehidupan mereka menjadi simbol ketahanan dan kecerdikan untuk bertahan dalam situasi yang tidak ramah.

Kata menyelinap memperkuat ide strategi bertahan. Diam bukan berarti setuju; itu adalah cara untuk melindungi diri. Rakyat belajar untuk hidup dengan menghindar, bukan selalu melawan, sebagai respons terhadap tekanan dan risiko yang terus-menerus. Alfariezie menangkap kecerdikan dan strategi bertahan ini sebagai fenomena sosial yang nyata dan mendalam.

ADVERTISEMENT

Penutup dengan tahun 2025 bukan sekadar formalitas, tetapi sebagai penanda zaman yang letih. Tahun tersebut menggambarkan saat demokrasi berjalan tetapi keadilan masih terseok, ketika negara hadir namun tidak selalu melindungi. Puisi ini menjadi kesaksian kontemporer, mengingatkan bahwa kritik tidak selalu harus keras dan lantang untuk efektif. Kritik bisa muncul melalui observasi sunyi, simbol, dan refleksi yang mendalam.

Kekuatan puisi Alfariezie terletak pada kesederhanaannya dan cara ia menyampaikan kritik tanpa menggurui. Ia tidak menunjuk siapa yang salah, tidak menyebut nama, dan tidak mengibarkan slogan. Ia hanya menampilkan bagaimana hidup berlangsung di sela sistem yang keras dan kompleks. Tumbuh Menyelinap di antara Bening dan Keruh mengajarkan bahwa bertahan pun merupakan bentuk perlawanan, dan keberanian bisa bersifat sunyi. Sebagian perlawanan terbaik adalah tetap tumbuh dan bertahan meski tanpa janji bunga atau buah.

Puisi ini menjadi pengingat bagi pembaca, terutama generasi muda, bahwa politik tidak selalu soal kemenangan atau pamer kekuatan. Kadang, bertahan dan menjaga eksistensi dalam sistem yang keras sudah merupakan bentuk perlawanan paling nyata. Muhammad Alfariezie menulis puisi sebagai medium refleksi kritis, membuka ruang bagi pembaca untuk memahami dinamika kekuasaan dari perspektif mereka yang hidup di pinggiran sorotan dan seringkali terdengar suaranya.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Demokrasi KontemporerKritik SosialMuhammad AlfarieziePuisi PolitikSeni Sastra IndonesiaTumbuh Menyelinap
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

Umi Laila Resmi Lantik Pengurus Kwarran Pramuka Pardasuka

Next Post

BNNK Tanggamus Tutup 2025 dengan Capaian Kinerja Mengungguli Target

Related Posts

Razia Tengah Malam di Pringsewu, Polisi Temukan Pelajar 16 Tahun Bersama Pria Dewasa
Berita

Razia Tengah Malam di Pringsewu, Polisi Temukan Pelajar 16 Tahun Bersama Pria Dewasa

23/08/2026
Ribuan Peserta Padati Jalan Sehat KBSB Kalianda, Bazar Bundo Kandung Ikut Meriah
Berita

Ribuan Peserta Padati Jalan Sehat KBSB Kalianda, Bazar Bundo Kandung Ikut Meriah

23/08/2026
Dari “Aku dan Kekasih” ke “Orang dan Binatang”, Evolusi Kepenyairan Muhammad Alfariezie
Berita

Dari “Aku dan Kekasih” ke “Orang dan Binatang”, Evolusi Kepenyairan Muhammad Alfariezie

23/08/2026
Hak Tersangka dan Korban dalam Perkara Pidana yang Wajib Diketahui
Berita

Hak Tersangka dan Korban dalam Perkara Pidana yang Wajib Diketahui

23/08/2026
Pengawasan Anggaran Negara
Berita

Pengawasan Anggaran Negara

23/08/2026
Pengawasan Anggaran Negara
Berita

Pengawasan Anggaran Negara

23/08/2026
Next Post
BNNK Tanggamus Tutup 2025 dengan Capaian Kinerja Mengungguli Target

BNNK Tanggamus Tutup 2025 dengan Capaian Kinerja Mengungguli Target

Zulkifli Anwar Sosialisasikan Empat Pilar di Pesantren Desa Bulog

Zulkifli Anwar Sosialisasikan Empat Pilar di Pesantren Desa Bulog

Brigjen Pol Hengki Haryadi Siap Menjabat Wakapolda Riau

Brigjen Pol Hengki Haryadi Siap Menjabat Wakapolda Riau

Penyelenggaraan SMA Siger Disorot, Dugaan Pelanggaran Perlindungan Anak Mencuat

Penyelenggaraan SMA Siger Disorot, Dugaan Pelanggaran Perlindungan Anak Mencuat

Kinerja P4GN 2025 Lampung Selatan Catat Kenaikan Signifikan

Kinerja P4GN 2025 Lampung Selatan Catat Kenaikan Signifikan

Berita Terkini

  • Razia Tengah Malam di Pringsewu, Polisi Temukan Pelajar 16 Tahun Bersama Pria Dewasa
  • Ribuan Peserta Padati Jalan Sehat KBSB Kalianda, Bazar Bundo Kandung Ikut Meriah
  • Dari “Aku dan Kekasih” ke “Orang dan Binatang”, Evolusi Kepenyairan Muhammad Alfariezie
  • Hak Tersangka dan Korban dalam Perkara Pidana yang Wajib Diketahui
  • Pengawasan Anggaran Negara

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In