SAMUDERA NEWS– Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Tengah kembali menunjukkan peran strategisnya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Festival UMKM Mitra Adhyaksa yang digelar selama dua hari, Kamis hingga Jumat (20–21 November 2025) di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Gunung Sugih. Festival ini menghadirkan lebih dari 178 pelaku UMKM dari 29 kecamatan di Lampung Tengah, menjadi ajang penguatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah untuk bersaing di pasar lokal maupun internasional.
Program UMKM Mitra Adhyaksa merupakan inisiatif Kejaksaan Tinggi Lampung di bawah kepemimpinan Kajati Lampung, Danang Surya Wibowo, sebagai wujud dukungan terhadap pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Festival ini dirancang sebagai model pendampingan terintegrasi bagi pelaku UMKM, melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, lembaga sertifikasi halal, perbankan, koperasi, hingga komunitas UMKM.
Kejari Lampung Tengah berperan sebagai pelaksana utama, menyediakan layanan pendampingan legalitas usaha, konsultasi hukum, sertifikat halal, PIRT, BPOM, hingga fasilitasi akses pembiayaan. “UMKM Mitra Adhyaksa adalah dukungan nyata Kajati Lampung terhadap agenda besar Asta Cita. Di Lampung Tengah, kami menerapkan inovasi yang sesuai kebutuhan lokal agar UMKM naik kelas dan berdaya saing tinggi,” ujar Kajati Lampung, Danang Surya Wibowo.
Festival ini tidak hanya fokus pada edukasi dan pendampingan administratif. Para peserta mendapatkan pelatihan langsung terkait branding, packaging, kualitas produk, strategi pemasaran digital, dan manajemen bisnis. Selain itu, perbankan pemerintah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 1,3 miliar bagi UMKM yang memenuhi persyaratan, membuka peluang ekspansi usaha dengan modal yang lebih sehat dan terstruktur.
Kegiatan ini juga menghadirkan pasar murah, layanan kesehatan gratis, pembagian 500 kupon, serta 200 doorprize yang dibagikan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung. Koperasi Merah Putih turut berperan aktif sebagai mitra pendamping, memberikan fasilitas dan konsultasi usaha mikro bagi masyarakat.
Hasil nyata dari pendampingan Kejari Lampung Tengah mulai terlihat. Beberapa UMKM binaan kini telah mampu menembus pasar Korea Selatan dan negara-negara Asia Tenggara, melalui perbaikan kemasan, peningkatan mutu produk, pemenuhan standar hukum, dan literasi pemasaran internasional. “Kejaksaan hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga memastikan UMKM Lampung Tengah dapat naik kelas, mulai dari branding, pemasaran, hingga sertifikasi halal, semuanya dapat dikonsultasikan gratis,” ungkap Kepala Kejari Lampung Tengah, Rita Susanti.
Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, mengapresiasi inisiatif ini, menekankan bahwa kegiatan seperti ini menjadi fondasi ekonomi masyarakat dan membuka ruang bagi UMKM untuk bertukar pengalaman, inovasi produk, serta memperluas jaringan bisnis. “Administrasi UMKM menjadi lebih tertata, bantuan modal membuka peluang berkembang lebih luas, dan kolaborasi pemerintah daerah dengan Kejaksaan akan terus diperkuat,” tegas Ardito.
Kajati Lampung menegaskan, program ini merupakan perwujudan peran Kejaksaan dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat, khususnya penguatan ekonomi kerakyatan. Pendampingan akan dilakukan secara berkelanjutan, mencakup perizinan, aspek hukum, dan pengajuan kredit. Rita Susanti menambahkan bahwa UMKM adalah fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah, dan Kejari Lampung Tengah berkomitmen menjadikan UMKM lebih kuat, tangguh, dan berdaya saing di pasar global.
Dengan sinergi lintas instansi, Festival UMKM Mitra Adhyaksa di Lampung Tengah tidak hanya membekali pelaku usaha dengan keterampilan dan akses modal, tetapi juga menjadi pemicu percepatan UMKM untuk masuk ke pasar internasional. Program ini diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang memperkuat ekonomi daerah, meningkatkan kualitas produk lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.***












