SAMUDERA NEWS – Sutradara dua kali pemenang Piala Citra, Hanung Bramantyo, kembali menghebohkan dunia perfilman dengan pengumuman perubahan judul film terbarunya. Film yang diadaptasi dari novel kontroversial Muhyiddin M.Dahlan, “Tuhan Ijinkan Aku Jadi Pelacur”, kini berjudul “Tuhan Izinkan Aku Berdosa”.
Banyak yang penasaran dengan alasan di balik perubahan judul tersebut, mengira bahwa Hanung Bramantyo dan produser MVP Pictures, Ram Panjabi, hanya sekadar mengganti judul menjadi “Menjadi Berdosa”. Namun, ternyata ada dua alasan kuat yang melandasi keputusan tersebut.
“Draf pertama naskah berjudul ‘Tuhan, Izinkan Aku berdosa.’ Namun, saat draf kedua keluar, judulnya diubah,” ungkap Hanung Bramantyo kepada Liputan6.com.
Menurut Hanung, pertimbangan utama dalam penggantian judul tersebut adalah untuk menghindari kata-kata negatif yang bisa mempengaruhi persepsi penonton terhadap filmnya. “Kata-kata negatif dua hingga tiga kali lebih efektif,” tambahnya.
Namun, alasan kedua yang tidak kalah penting adalah perbedaan antara isi novel dan film tersebut. Dengan tambahan beberapa adegan di babak terakhir yang memengaruhi perkembangan karakter utama, Kiran (diperankan oleh Agnini Haque), Hanung dan penulis skenario Ifan Ismail merasa perlu menyesuaikan judul agar lebih mencerminkan isi cerita.
“Saya sangat emosional untuk sampai ke sana,” jelas Hanung. “Intinya, jangan menjadi pelacur. Jadi saya dan Mas Ifan Ismail memikirkan bagaimana caranya agar Kiran bisa dijadikan PSK.”
Dengan pertimbangan tersebut, judul “Tuhan Izinkan Aku Berdosa” diputuskan sebagai representasi yang lebih sesuai bagi film ini. Selain Agnini Haq, film ini juga dibintangi oleh Donny Damara, Noogi, Andri Mashadi, Jenard Mesa Ayu, Nikita Mirzani, dan Keanu Angelo.
Sementara itu, publik masih menanti-nanti bagaimana kisah kontroversial ini akan ditampilkan dalam kemasan yang lebih baru di layar lebar.***












