• Redaksi
  • Tentang Kami
Thursday, July 9, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Nasional

Gelombang Petani Mengguncang Jakarta di Hari Tani Nasional 2025: 25 Ribu Massa Desak Reforma Agraria Sejati, Pemerintah Dinilai Gagal Jalankan Amanat UUPA 1960

MeldabyMelda
22/09/2025
in Nasional
Gelombang Petani Mengguncang Jakarta di Hari Tani Nasional 2025: 25 Ribu Massa Desak Reforma Agraria Sejati, Pemerintah Dinilai Gagal Jalankan Amanat UUPA 1960
ADVERTISEMENT

SAMUDERA NEWS– Ribuan petani dari berbagai daerah di Indonesia siap mengguncang ibu kota dalam aksi besar memperingati Hari Tani Nasional pada 24 September 2025. Tak kurang dari 25 ribu petani diperkirakan turun ke jalan, 12 ribu di antaranya menuju Gedung DPR RI di Jakarta, sementara 13 ribu lainnya menggelar aksi serentak di sejumlah daerah. Aksi ini membawa pesan keras: pemerintah dinilai gagal menjalankan amanat Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) 1960 yang sudah berusia 65 tahun.

Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Dewi Kartika, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan puncak kemuakan petani terhadap janji-janji reforma agraria yang terus diabaikan lintas rezim. “Petani bersama nelayan, buruh, mahasiswa, dan masyarakat sipil lainnya akan menuntut perbaikan atas 24 masalah struktural agraria serta mengajukan sembilan langkah perbaikan yang harus segera dijalankan pemerintah,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (21/9/2025).

Aksi di Jakarta akan diikuti organisasi tani besar seperti Serikat Petani Pasundan dari lima kabupaten di Jawa Barat, Serikat Petani Majalengka, Serikat Pekerja Tani Karawang, Paguyuban Petani Suryakencana Sukabumi, Pergerakan Petani Banten, hingga Serikat Tani Mandiri Cilacap. Mereka datang bukan hanya untuk menuntut tanah, tapi juga keadilan dan masa depan generasi muda desa yang semakin terpinggirkan.

BeritaLainnya

Dari Solo ke Panggung Nasional, Jokowi Masih Jadi Magnet Politik Indonesia

Konflik Timur Tengah Mulai Berdampak ke Indonesia, Harga Oli Dipastikan Naik Lagi

Tak hanya di ibu kota, gelombang aksi juga akan menggema di berbagai wilayah seperti Aceh Utara, Medan, Palembang, Jambi, Bandar Lampung, Semarang, Blitar, Jember, Makassar, Palu, Sikka, Kupang, hingga Manado. Seruan yang sama disuarakan: hentikan perampasan tanah, akhiri ketidakadilan agraria, dan jalankan reforma agraria sejati sesuai UUPA 1960.

Ketua Pergerakan Petani Banten (P2B), Abay Haetami, menegaskan alasan petani Banten turun ke jalan. Ia menyoroti konflik tanah yang melibatkan aparat militer dengan dalih ketahanan pangan. “Pohon dan tanaman rakyat dihancurkan, tanah dirampas, diganti jagung. Nelayan di Ujung Kulon bahkan dilarang berlindung dari badai, malah dituduh pencuri. Ini bentuk ketidakadilan nyata,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

Dari Blitar, suara generasi muda juga ikut menggema. May Putri Evitasari dari Paguyuban Petani Aryo Blitar menegaskan bahwa anak-anak muda desa kini kehilangan masa depan akibat tanah yang dirampas. “Banyak dari kami terpaksa jadi pekerja migran karena lahan hilang. Padahal yang kami inginkan hanyalah hak untuk bertani dan pendidikan yang layak,” ujarnya.

Sementara itu, Rangga Wijaya dari Serikat Pekerja Tani Karawang menyoroti hilangnya identitas Karawang sebagai lumbung padi. “Lahan-lahan produktif berganti jadi kawasan investasi. Petani disingkirkan, pangan hilang, rakyat dirugikan,” katanya.

Dhio Dhani Shineba, anggota Dewan Nasional KPA, menambahkan bahwa pola kekerasan aparat semakin brutal. “Selama 31 tahun KPA konsisten memperjuangkan reforma agraria, namun setiap tahun aparat justru makin represif. Reforma agraria hanya menjadi jargon politik tanpa implementasi nyata,” tegasnya.

Dewi Kartika juga menyinggung kegagalan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) yang dibentuk di era Jokowi. Menurutnya, lembaga tersebut hanya menghabiskan anggaran tanpa hasil berarti. “Ketimpangan tanah makin parah. Satu persen elit menguasai 58 persen tanah, sementara 99 persen rakyat berebut sisanya. Dalam 10 tahun terakhir, ada 3.234 konflik agraria dengan luas 7,4 juta hektare. Sebanyak 1,8 juta keluarga kehilangan tanah dan masa depan,” jelasnya.

Konflik ini diperburuk oleh proyek-proyek investasi besar seperti food estate, proyek strategis nasional, bank tanah, hingga kawasan pariwisata yang menyingkirkan petani dan masyarakat adat dari ruang hidupnya. Nelayan kehilangan akses laut, masyarakat adat kehilangan hutan, dan perempuan desa semakin rentan.

“Baik pemerintahan Jokowi maupun pemerintahan Prabowo sekarang telah gagal melaksanakan amanat UUPA 1960 sebagai perwujudan Pasal 33 UUD 1945. Reforma agraria sejati masih jauh panggang dari api,” tegas Dewi menutup pernyataannya.

Aksi Hari Tani Nasional 2025 dipastikan menjadi salah satu gelombang demonstrasi terbesar tahun ini. Desakan untuk menuntaskan masalah agraria bukan hanya soal tanah, melainkan juga soal keadilan sosial, pangan rakyat, dan masa depan bangsa.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: DemoJakartaHariTaniNasional2025KrisisAgrariaPetaniBergerakReformaAgraria
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

Truk Fuso Mundur Tak Kuat Nanjak, Pasutri Tergilas di Pringsewu: Istri Tewas Seketika, Suami Luka Serius

Next Post

Jadi Sorotan! Kapolres Lampung Utara Jadi Pembina Upacara di SMA, Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja

Related Posts

Dari Solo ke Panggung Nasional, Jokowi Masih Jadi Magnet Politik Indonesia
Berita

Dari Solo ke Panggung Nasional, Jokowi Masih Jadi Magnet Politik Indonesia

22/06/2026
Konflik Timur Tengah Mulai Berdampak ke Indonesia, Harga Oli Dipastikan Naik Lagi
Nasional

Konflik Timur Tengah Mulai Berdampak ke Indonesia, Harga Oli Dipastikan Naik Lagi

23/05/2026
Mewujudkan Generasi Sehat: Warga Desa Kota Agung Nikmati Program Makan Bergizi Gratis
Berita

Mewujudkan Generasi Sehat: Warga Desa Kota Agung Nikmati Program Makan Bergizi Gratis

21/07/2025
Polri Luncurkan Robot Humanoid dan K9 di Hari Bhayangkara ke-79: Langkah Awal Menuju Polisi Masa Depan
Berita

Polri Luncurkan Robot Humanoid dan K9 di Hari Bhayangkara ke-79: Langkah Awal Menuju Polisi Masa Depan

28/06/2025
Menko AHY Hadiri Forum Urbanisasi BRICS ke-4 di Brasil, Dorong Kolaborasi Perkotaan Berkelanjutan
Berita

Menko AHY Hadiri Forum Urbanisasi BRICS ke-4 di Brasil, Dorong Kolaborasi Perkotaan Berkelanjutan

24/06/2025
Harga Emas Anjlok di Awal Pekan, Investor Diminta Waspada Hadapi Volatilitas Pasar
EKONOMI & BISNIS

Harga Emas Anjlok di Awal Pekan, Investor Diminta Waspada Hadapi Volatilitas Pasar

24/06/2025
Next Post
Jadi Sorotan! Kapolres Lampung Utara Jadi Pembina Upacara di SMA, Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja

Jadi Sorotan! Kapolres Lampung Utara Jadi Pembina Upacara di SMA, Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja

Putri Maya Rumanti: Dari Kasus Vina Cirebon Hingga Bongkar Skandal Pendidikan di Bandar Lampung

Putri Maya Rumanti: Dari Kasus Vina Cirebon Hingga Bongkar Skandal Pendidikan di Bandar Lampung

Tari Tuping 12 Wajah Bangkit di Lampung Selatan: 50 Pelajar Ikuti Workshop Budaya Tiga Hari

Tari Tuping 12 Wajah Bangkit di Lampung Selatan: 50 Pelajar Ikuti Workshop Budaya Tiga Hari

Ancaman di Balik Kilau Migas Lampung: Akankah SP3 Jadi Penyelamat Masa Depan Energi Daerah?

Ancaman di Balik Kilau Migas Lampung: Akankah SP3 Jadi Penyelamat Masa Depan Energi Daerah?

Skandal Sekolah Siger Membara, Pengacara Putri Maya Rumanti Serang Eva Dwiana: “Ini Pelanggaran Berat!”

Skandal Sekolah Siger Membara, Pengacara Putri Maya Rumanti Serang Eva Dwiana: “Ini Pelanggaran Berat!”

Berita Terkini

  • Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Kebijakan, Ketua DPRD Lampung Selatan Nyatakan Dukungan Penuh
  • Pemkab Lampung Selatan Hidupkan Kembali L2WARK, Bupati Egi Bidik Dampak Ekonomi dan Pariwisata
  • Inggris Siapkan Senjata Baru Hadapi Norwegia, Tuchel Diprediksi Pakai Formasi 3-5-2
  • Pemkab Pringsewu Siapkan Rp7,6 Miliar untuk Bangun Jalur Dua, Ini Lokasi Proyeknya
  • Hendra Wijaya Mega: Tidak Boleh Ada Lagi Birokrasi Berbelit dalam Pelayanan Perizinan

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In