SAMUDERA NEWS — Operasi Ketupat Krakatau 2024 yang digelar selama 13 hari oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung berakhir dengan catatan serius. Sebanyak 63 kasus kecelakaan lalu lintas tercatat selama masa operasi tersebut, menurut data rekapitulasi hingga hari terakhir pelaksanaan.
Dari kasus kecelakaan itu, 21 korban dilaporkan meninggal dunia, sedangkan 49 orang mengalami luka berat, dan 69 lainnya menderita luka ringan.
Data Operasi Ketupat Krakatau tahun 2024 hingga periode hari ke-13 atau sampai 16 April 2024, mencatat 63 kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Lampung, ungkap Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadilah Astutik.
Nilai kerugian materil akibat kecelakaan tersebut mencapai Rp434.225.000, dengan 6 kasus di antaranya menimpa pemudik. Total kendaraan yang terlibat mencapai 115, terdiri dari 77 kendaraan roda dua dan 38 kendaraan roda empat atau lebih.
Kasus kecelakaan terbanyak terjadi di wilayah Polres Lampung Timur dengan 10 kasus, sedangkan wilayah Polres Metro nihil kasus, tambahnya.
Kombes Pol Umi juga menyatakan bahwa angka kecelakaan ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dari 58 kasus pada 2023, angka kecelakaan naik menjadi 63 kasus pada 2024, termasuk jumlah korban meninggal dan terluka.
Meski Operasi Ketupat Krakatau telah berakhir, Polda Lampung terus mengimbau agar pengguna kendaraan bermotor tetap tertib berlalu lintas dan mematuhi aturan. Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) akan digelar mulai tanggal 17 hingga 19 April 2024 untuk memberikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Marilah kita bersama-sama menjaga keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya dengan mematuhi aturan dan tetap waspada,pungkas Kabid Humas.***











