SAMUDERA NEWS- Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-116 di Kabupaten Tanggamus diselenggarakan dengan megah di Lapangan Pemerintah setempat. Acara yang dipimpin oleh Penjabat (PJ) Bupati Tanggamus, Mulyadi Irsan, mengusung tema “Kebangkitan Kedua Menuju Indonesia Emas”.
Turut hadir dalam upacara tersebut adalah para anggota FORKOPIMDA Kabupaten Tanggamus, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus, para pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus, serta para camat se-Kabupaten Tanggamus. Tak ketinggalan, hadir pula Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanggamus, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tanggamus, serta para peserta upacara dari unsur TNI, POLRI, unsur Ormas, dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus.
Dalam sambutannya, PJ Bupati Tanggamus, Mulyadi Irsan, menyampaikan amanat Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia terkait peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-116. Ia menyoroti kemajuan teknologi yang pesat, menekankan pentingnya tidak hanya mengikuti perkembangan tersebut, tetapi juga menjadi pemain utama dalam menggapai kemajuan dunia.
Lebih dari seabad yang lalu, tepatnya pada 20 Mei 1908, lahir organisasi Boedi Oetomo yang menjadi simbol penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sebelumnya, Kartini, perempuan dari Jepara, telah memulai gagasan kebebasan, kesetaraan, dan kemajuan melalui tulisannya yang menginspirasi banyak orang. Mulyadi menggarisbawahi pentingnya peran pendidikan sebagai sarana pembebasan manusia dan bangsa dari penjajahan.
Mulyadi juga menyoroti fase kebangkitan kedua yang sedang dijalani, meneruskan semangat perjuangan para pendiri bangsa. Di era yang berbeda dengan seabad yang lalu, tantangan dan peluang baru muncul, dengan kemajuan teknologi sebagai ciri zaman baru. Ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi merupakan kunci ke arah “Indonesia Emas”.
Dengan percepatan transformasi digital yang diprakarsai oleh Presiden Joko Widodo, tantangan-tantangan tersebut dapat dihadapi bersama. Mulyadi menegaskan pentingnya memanfaatkan momentum kebangkitan kedua ini dengan penuh optimisme dan keyakinan, memandang masa depan dengan optimisme, dan memanfaatkan seluruh potensi sumber daya yang ada untuk mencapai visi “Indonesia Emas 2045”.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Mulyadi menekankan bahwa kebangkitan nasional harus dimaknai sebagai bangkit dari keterpurukan, kemiskinan, dan ketertinggalan. Ia mengajak semua pihak untuk bersatu demi mewujudkan cita-cita Indonesia yang lebih maju, termasuk Kabupaten Tanggamus yang diharapkan menjadi contoh bagi daerah lainnya dalam menyongsong Indonesia yang lebih baik di masa depan.***












