SAMUDERA NEWS – Kepolisian Resor Lampung Selatan (Lamsel) telah memulai penyelidikan intensif dengan memeriksa 22 orang terkait insiden perang sarung yang menyebabkan tewasnya seorang remaja bernama LRF (13) di jalan umum Desa Kecapi, Kecamatan Kalianda, pada Senin (18/3/2024) malam.
Kapolres Lamsel, AKBP Yusriandi Yusrin, dalam konferensi pers pada Selasa (19/3/2024), mengungkapkan bahwa setelah pemeriksaan terhadap para saksi tersebut selesai, kemungkinan besar perkara ini akan ditingkatkan statusnya menjadi penyidikan.
Ini kan banyak, kita betul-betul memilah siapa-siapa saja 22 orang ini takutnya temannya korban sendiri, perang sarung ini kan asal. Maka kita harus bisa mendudukkan betul anak-anak ini siapa yang patut diduga sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia, jelasnya.
Autopsi yang dilakukan terhadap jasad korban di RS Bob Bazar Kalianda menunjukkan bahwa korban meninggal akibat lemas setelah mengalami trauma di kepala, memar di punggung, dan luka pada lutut. Namun, hasil resmi masih menunggu uji laboratorium.
Perang sarung tersebut bermula dari pertemuan antara korban dan teman-temannya dari Desa Kecapi dengan anak-anak dari Desa Pematang yang berdekatan. Mereka berkumpul untuk bermain perang sarung di sekitar lokasi lapangan voli.
Sempat dibubarkan oleh seseorang namun masih terjadi kejar-kejaran terhadap korban dan teman-temannya, sehingga mengakibatkan korban Levino Rafa Fadila meninggal dunia dikarenakan mati lemas ya, jelas Kapolres.
Pasca-insiden tersebut, Polres Lamsel segera mengambil tindakan dengan memberikan himbauan kepada tokoh-tokoh masyarakat di kedua desa terkait agar situasi tidak memanas dan menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak berwajib.
Pemeriksaan terhadap 22 saksi yang masih di bawah umur dan bersekolah di SMP dan SMA dari Desa Kecapi dan Desa Pematang juga telah dilakukan untuk mengumpulkan keterangan dan klarifikasi.
Menurut Kapolres Yusriandi, motif dari perang sarung ini adalah karena adanya ajakan dari rekan korban melalui pesan Whatsapp. Hingga saat ini, polisi masih mengumpulkan bukti-bukti yang cukup untuk mendukung penyidikan.
Saat ini, kami baru mengamankan beberapa barang bukti seperti 1 pasang sendal dan 1 set pakaian milik korban. Kami juga masih mencari tahu apakah selain sarung ada benda-benda lain yang digunakan dalam perang sarung tersebut, tutupnya.***











